PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, tengah menjajaki investor untuk terlibat dalam pengembangan tanaman tebu dan pabrik gula di Madura, yang dinilai memeliki keuntungan besar bagi mereka yang berinvestasi.
Menurut Baddrut Tamam, ada sekitar 120 hektare lahan tanam tebu bisa dimanfaatkan investor untuk pengembangan tanaman tebu di Madura. Lahan tersebut tersebar di empat kabupaten, Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan.
Produksi dari luas areal tersebut sekitar 6.600.000 ton atau bisa menghasilkan gula sekitar 495.000 ton. Perkiraan jumlah produksi gula tersebut bisa memenuhi sekitar 24,75 persen dari kebutuhan gula nasional.
Berdasarkan data dari pemerintah pusat, lanjut Baddrut Tamam menjelaskan, kebutuhan gula nasional mencapai 5.700.000 ton, sedangkan produksi nasional gula pada 2018 sebanyak 2.174.400 ton. Jika mengacu pada data ini, maka Indonesia masih kekurangan produksi gula sekitar 3,6 juta ton.
Untuk memenuhi kekurangan itu, pemerintah pusat terpaksa melakukan impor gula sebanyak 2,6 juta ton. Sehingga kekurangan 1 juta ton sisanya terpenuhi dengan stok impor tahun sebelumnya.
“Jika di Madura ini tanaman tebu dikembangkan maka akan mampu memenuhi kebutuhan nasional gula di negeri ini,” kata Baddrut Tamam, Selasa, 17 September 2019.
Hanya saja, yang menjadi kendala selama ini tidak adanya pasar hasil tanaman tebu dan pabrik gula di Madura. Masyarakat di empat Kabupaten menanam tebu hanya sebagai pekerja di PTPN X.
Selain itu, Baddrut Tamam memaparkan keuntungan investasi tanaman tebu dan pabrik gula di Madura. Investor bisa meraup keuntungan Rp 247,5 miliar lebih dengan asumsi Rp 500 per kilogram, jika investasi terhadap produksi tebu Madura antara 80 hingga 100 ton per hektare.
Oleh karennya, Baddrut Tamam mengajak investor untuk berinvetasi pengembangan tanaman tebu dan pabrik gula. “Jenis tanaman tebu memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan bagi kalangan masyarakat dan investor. Insyallah kalangan investor bakal untung apabila berinvestasi tanaman tebu di Madura,” terangnya.
Pemerintah Pamekasan sendiri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan pabrik gula di Madura. Lokasi yang disiapakan ada di wilayah Kecamatan Tlanakan dan Proppo Pamekasan, dengan total luas areal lahan mencapai 300 hektare. (*/RIDWAN/ROS/VEM)