PAMEKASAN, koranmadura.com – Kurang lebih 20 personel dari kepolisian Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengawal demo tembakau jilid III di depan kantor Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Selasa, 10 September 2019.
Mereka membawa senjata laras panjang dan senjata gas air mata, polisi berdiri rapi saat demonstran berorasi terkait harga tembakau yang dinilai tidak berpihak pada petani.
Suasana demo sempat memanas setelah massa menerobos pintu gerbang kantor Bupati. Aksi menerobos itu dilakukan massa karena tak kunjung ditemui Bupati Baddrut Tamam.
Polisi yang tengah bersiaga langsung beraksi dengan mengangkat senjata laras panjang dan tiga senjata gas air mata telah disiapkan untuk memukul mundur massa yang memaksa masuk ke kantor Bupati.
Massa sempat ngotot maju menuju kantor Bupati, sebelum akhirnya memilih mundur setelah melakukan negosiasi dengan polisi. Hasil negosiasi, polisi siap memfasilitasi massa agar ketemu dengan Bupati Baddrut Tamam.
Polisi sempat memberikan peringata kepada massa agar tidak memaksa masuk ke kantor Bupati.
“Saya hitung sampai tiga, mundur semua, mundur,” kata polisi berseragam lengkap saat memberi peringatan kepada massa.
Namun massa gagal ketemu langsung dengan Bupati, massa hanya ditemui Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edi Suprapto.
Bupati tidak bisa menemui massa dari Institut Kajian dan Reset Daerah (IKRED) dan Jaringan Kawal Jawa Timur (JAKA JATIM), itu karena tengah menghadiri Apel pasukan Pilkades di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan.
“Kami hanya ingin ketemu langsung dengan Bupati, polisi tidak perlu beraksi berlebihan, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi,” kata Orator aksi, Musyfiqul Khair.
Harga Tembakau Murah
Menurut Musyfiqul Khair, panggilan Musyfiq MTW, Bupati Baddrut Tamam harus bertanggung jawab atas anjloknya harga tembakau tahun ini. Harga tembakau tidak boleh murah merupakan janji politik Bupati Baddrut Tamam.
“Janji itu adalah tidak akan ada lagi harga tembakau murah milik petani Pamekasan, Bupati harus bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kata Musyfiq MTW, harga tembakau di Pamekasan di bawah ketetapan pemerintah Rp 42,600 per kilogram. Hasil invetigasinya, harga tembakau Rp 30.000 hingga Rp 35,
000 per kilogram.
Orator lainnya, Zainullah mendesak Bupati Baddrut Tamam segera menstabilkan harga tembakau demi kesejahteraan petani Pamekasan.
“Kemudian yang terpenting lagi adalah memperbaiki Perda tata niaga tembakau yang tidak berpihak kepada petani,” tutur Zainullah usai demo.
Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edi Suprapto mengaku sudah berupaya meningkatkan harga tembakau di Pamekasan.
Langkah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan harga, kata Bambang Esu Suprapto, mengundang pihak pabrikan sebelum tanam dan panen waktu lalu.
“Kami sudah sampaikan kepada pabrikan bahwa biaya pokok petani tembakau demikian, kami sudah minta agar mereka (pabrikan)bisa mematuhi,” beber Bambang sapaan akrabnya.
Soal Perda tidak berpihak pada petani, Bambang sepakat akan memperbaiki Perda seperti aspirasi masyarakat yang disampaikan.
“Kami senantiasa menerima aspirasi perbaikan Perda tata niaga tembakau. Tujuannya tidak ada lain agar harga tembakau di masa-masa yang akan datang bisa sesuai dengan keinginan petani,” jelasnya.(RIDWAN/SOE/DIK)
Baca: