SUMENEP, koranmadura.com – Angka putus sekolah, khususnya dari sekolah menengah pertama (SMP) sederajat ke sekolah menengah atas (SMA), di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cukup signifikan.
Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso, angka putus sekolah di kabupaten palong timur Pulau Madura menempati posisi kedua dari atas setelah Kabupaten Sampang.
Baca: Angka Putus Sekolah di Sumenep Tertinggi Kedua di Jawa Timur
Menyikapi fenomena tersebut, Disdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep akan segera membentuk tim untuk menanggulangi tingginya angka putus sekolah. Tim itu akan diambil dari tiap-tiap kecamatan.
“Kami berinisiatif membentuk relawan angka putus sekolah. Sumenep akan mendahului kabupaten/kota lain di Jatim karena selain secara georafis terdiri dari daratan dan kepulauan, angka putus sekolahnya juga harus segera dituntaskan,” katanya, Senin, 23 September 2019.
Dalam prosesnya, tim itu akan mendata seluruh anak yang seharusnya sekolah SMA/SMK sederajat di 27 kecamatan di Sumenep. Baik daratan maupun kepulauan.
Setelah terdata, mereka yang putus sekolah akan diberi pilihan untuk memilih sekolah dan rekomendasikan untuk masuk sekolah. Biayanya juga akan ditanggung.
“Kepala sekolah harus mau menerima dan menanggung semua biaya anak ini. Kalau ada yang mungkin keberatan, maka nanti akan ada sanksi dari kami. Baik negeri atau swasta. Karena apa? Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah banyak memggelontorkan dana. Terakhir dana BPOPP,” tegasnya.
Menurutnya, biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan itu nanti bisa digunakan untuk menyubsidi biaya pendidikan anak putus sekolah. “Mulai dari kelas X sampai lulus,” ujar Sugiono. FATHOL ALIF/ROS/VEM