SUMENEP, koranmadura.com – Madura FC sebetulnya tampil cukup dominan sepanjang pertandingan saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Liga 2, Sabtu, 27 September 2019.
Skuat Laskar Jokotole yang bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion A. Yani Sumenep, Jawa Timur, langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal-awal laga.
Serangan-serangan Madura FC paling sering datang dari sisi sayap. Kanan atau kiri. Namun selalu dapat diantisipasi dengan baik oleh benteng pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang gagal dimanfaatkan jadi gol.
Sementara itu, tim tamu lebih mengandalkan serangan balik cepat. Namun cukup merepotkan barisan belakang Laskar Jokotole. Bahkan beberapa kali sempat mengancam gawang Madura FC yang dijaga Usman Pribad.
Tim tuan rumah mendapat peluang di menit ke-25. Salah satu pemain Madura FC dilanggar di kotak terlarang. Usman Pribadi dan kawan-kawan mendapat hadiah penalti.
Qischil Gandrum Minny yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Bola tendangannya dapat diantisipasi dengan baik kiper PSBS Biak.
Madura FC terus berusaha mencetak gol. Begitu juga dengan tim tamu. Sayangnya upaya kedua tim selalu gagal hingga babak pertama usai. Skor tetap 0-0.
Di babak kedua, Madura FC kembali menggempur PSBS. Serangan demi serangan silih berganti. Namun tetap saja kesulitan membobol gawang lawan.
PSBS yang mendapat serangan bertubi-tubi lebih banyak bertahan. Namun bukan tanpa ada serangan. Melalui skema serangan balik, mereka kerap mengacaukan barisan tim tuan rumah.
Upaya para pemain Madura FC mengamankan tiga poin di kandang sendiri betul-betul sirna. Sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan, skor tak berubah. Tetap 0-0.
Dengan hasil laga kali ini, Madura FC gagal memperbaiki posisi mereka di daftar klasemen sementara Liga 2 wilayah timur. Laskar Jokotole tetap berada di papan bawah dari 13 laga. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)