BANGKALAN, koranmadura.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur akan mendapatkan Bantuan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari Pemprov Jatim sebesar 15,8 miliar.
Baca: Tembakau Luar Madura Berpotensi Bebas Masuk ke Sumenep
Angka yang cukup fantastis ini akan dihitung dari bulan Juli sampai Bulan Desember tahun 2019. Sedangkan pencairannya dilakukan dua tahap yaitu per triwulan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Sunarto menjelaskan, semua SMA/SMK negeri dan swasta akan mendadapatkan dana BPOPP yang bersumber dari APDB Jatim.
“Besaran anggarannya untuk SMA/SMK Negeri yaitu Rp 7.554.900.000 dan untuk SMA/SMK swasta yaitu Rp 7.961.220.000,” Jelas Sunarto, sambil menunjukkan data anggaran, Senin, 9 September 2019.
Baca: Warga Raas Giring BBM Langsung Masuk APMS, Ini yang Terjadi Sebelum-sebelumnya
Sunarto melanjutkan, penjelasannya bahwa jumlah SMA negeri di Bangkalan sebanyak 10 lembaga dan swasta sebanyak 59 lembaga. Sedangkalan jumlah SMK Negri di Bangkalan 10 lembaga dan swasta sebanyak 54 lembaga.
“Jadi total keseluruhan 133 lembaga SMA/SMK negeri dan swasta di Bangkalan, yang mendapatkan bantuan ini 132 lembaga, karena satu sekolah mengundurkan diri, SMK An-Najah,” paparnya.
Selain itu, Sunarto memaparkan besaran uang yang didapatkan oleh setiap siswa. Menurutnya besaran nominal setiap siswa SMA dan SMK tidak sama. Hal tersebut sesuai surat keputusan dari Pemprov Jatim.
“Per siswa SMA mendapatkan Rp 65.000 setiap bulan, per siswa SMK teknik mendapatkan Rp 125.000 per bulan dan untuk per siswa SMK non teknik sebesar Rp 95.000 per bulan,” terangnya.
Pihaknya juga menjelaskan, proses pencairan BPOPP ini secara kolektif, sehingga jika ada salah satu sekolah di Bangkalan tidak menyetorkan berkas, maka akan berdampak kepada sekolah yang lain.
“Jika ada salah satu sekolah saja telat mengumpulkan berkas, maka seluruh SMA/SMK di Bangkalan tidak mendapatkan BPOPP ini,” tuturnya. (MAIL/ROS/VEM)