PAMEKASAN, koranmadura.com – Mantan jurnalis Koran Madura, A. Fauzi M, terpilih sebagai Kepala Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) Serentak 2019, Rabu, 11 September 2019.
Fauzi meraih 1.341 dukungan suara, mengalahkan dua calon kepala desa lainnya, Muen yang hanya meraih dukungan 887 suara dan Djusub meraih dukungan 1.120 suara.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Desa Bungbaruh ini. Doa dan dukungan senantiasa terus kami harapkan untuk kemajuan pembangunan desa ini ke depan,” ujar mantan reporter Radio Karimata FM Pamekasan ini seusai penghitungan suara.
Keberhasilan Fauzi meraih dukungan mayoritas diakui merupakan bentuk kepercayaan masyarakat, di samping doa dari para kerabat dekat dan teman-temannya.
Kedekatan dengan sejumlah tokoh sukses dalam bidang pemerintahan, seperti Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong Mokri yang merupakan teman seprofesinya di dunia jurnalistik dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e saat aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dipercaya memberikan aura positif bagi dirinya.
“Saya banyak belajar dan berkonsultasi dengan teman-teman selama ini,” ungkap Fauzi.
Bagi Fauzi, menjadi kepala desa sebenarnya bukan cita-cita hidupnya. Nama “Calon Kades” di akun facebook miliknya hanyalah sebatas nama hiburan, meskipun pada akhirnya kini bertuan menjadi kenyataan.
Keinginan untuk mengabdi melalui jabatan politik di tingkat desa dengan menjadi kades terwujud atas dorongan teman, kerabat, serta tanggung jawab sosial akan pentingnya kaum muda berperan aktif membangun desa.
“Jangankan cita-cita, bermimpi saja tidak pernah. Ya mungkin karena sering bersama-sama dengan teman-teman yang terlebih dahulu terjun di bidang politik pemerintahan desa ini, maka saya kemudian bisa seperti ini,” kata pria pengembala kambing Wakil Bupati Pamekasan Raja’e saat masih aktif menjadi mahasiswa.
Kalangan jurnalis yang selama ini menjadi teman seprofesi Fauzi di Pamekasan mengaku senang dengan jabatan baru yang kini diembannya.
Mereka berharap, pengalaman sebagai insan pers menjadi bekal tersendiri bagi Fauzi dalam menangani tata kelola pemerintahan di tingkat desa nantinya.
Usia yang masih relatif muda, diharapkan bisa membawa aura positif dalam menjalankan dan memimpin desa. Sebab, berdasarkan hasil penelitian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan tahun 2017, desa yang dipimpin oleh tokoh muda umumnya lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pemerintahan desa.
Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Desa Bajang Kecamatan Pakong, serta Desa Potoan Daja, Kecamatan Palengaan merupakan desa yang dipimpin oleh kades muda dengan tingkat inovasi lebih baik dibanding desa-desa yang dipimpin oleh generasi tua.
“Faktor melek media dan kemampuan untuk mengisi kebutuhan sesuai dengan konteks kekinian, merupakan salah satu faktor pendukung mengapa desa yang dipimpin oleh kaum muda lebih baik dalam berinovasi,” kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz.
Menurut catatan PWI Pamekasan, Fauzi merupakan satu dari dua orang jurnalis yang terjun di dunia praktis dan memimpin jabatan politik di tingkat desa sebagai kepala desa.
Kades lainnya di Pamekasan yang juga dari kalangan insan pers adalah Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Moh Mokri.(RIDWAN/SOE/VEM)