SUMENEP, koranmadura.com – Pekerjaan pembangunan jalan lingkar utara di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan tidak bisa diselesaikan tahun 2019. Itu dikarenakan anggaran yang disediakan hanya sekitar Rp 15 miliar.
Sementara kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan jalan baru itu diperkirakan mencapai Rp 35 miliar.
“Kami anggarkan kembali di tahun 2020 sekitar Rp20 an miliar,” kata Eri Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep, Senin, 30 September 2019.
Anggaran sebesar Rp15 miliar itu kata Erik, sapaan akrabnya, salah satunya untuk pemadatan jalan, pembangunan jembatan dan penyelesaian pengaspalan hotmix sepanjang 800 meter. “Tahun 2020 nanti jalan itu kami targetkan selesai,” jelasnya.
Saat ini kata dia, pekerjaan fisik masih selesai sekitar 30 persen. “Kalau pekerjaan fisik tahun ini capaiannya harus 40 persen, mungkin saat ini sudah 30 persen yang selesai,” tegasnya.
Sebelumnya pihak Perhutani, Bagian-bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wilayah Madura Timur menghentikan pekerjaan itu. Sesuai peta yang dimiliki pihak Perhutani, lokasi pekerjaan masuk kawasan Perhutani. Namun, versi PU Bina Marga lokasi pekerjaan bukan milik Perhutani, mainkan milik masyarakat yang saat ini telah dibebaskan oleh pemerintah untuk dibangun jalan baru itu.
Sesuai rencana, pembangunan jalan lingkar utara akan dibangun mulai dari jalan raya sebelah barat Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Parsanga menuju Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep. Panjang jalan yang bakal dibangun sekitar 2,8 kilometer dengan lebar jalan sekitar 8 meter.
Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp35 miliar. Sehingga pembangunan tersebut harus dilakukan secara bertahap. Tahun ini dianggarkan sebesar Rp 15 miliar. (JUNAIDI/SOE/DIK)