SUMENEP, koranmadura.com – Tahun ini, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangarangan 3 Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sekolah rujukan pendidikan tingkat Nasional.
Sekolah ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam pengembangan pengetahuan, pelaksanaan praktik pendidikan seperti manajemen, penataan lingkungan sekolah, sarana-prasarana yang menunjang proses KBM, dan kegiatan pembiasaan sebagai penguatan pendidikan karakter siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Bambang Iriyanto memgungkapkan, SDN Pangarangan 3 Sumenep menjadi sekolah rujukan karena dianggap mampu meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah serta menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
Menurut dia, selain SDN Pangarangan 3, pihaknya juga telah mencanangkan 21 sekolah rujukan yang ada di kabupaten paling timur Pulau Madura. Diharapkan sekolah-sekolah itu dapat melaksanakan penataan lingkungan sekolah dan menciptakan kultur sekolah yang bersih, sehat, indah, dan nyaman.
“Muaranya terciptanya lingkungan sekolah yang disiplin, berprestasi, berkarakter dan berlandaskan iman dan takwa. Disdik Sumenep sekarang menerapkan program pendidikan berbasis IT dan ahklaqul karimah,” katanya.
Sebagai implementasi dari pendidikan berbasis IT itu, saat ini Disdik telah menerapkan program Digital School. Program pembelajaran baru ini bersifat digital. Semua materi pembelajaran sudah berada di satu server.
“Tapi ini offline, bukan online. Jadi tidak butuh jaringan internet, tapi butuh listrik. Dan pada saat ini, hampir semua daerah, termasuk di kepulauan, sudah ada aliran listriknya,” tambah Bambang.
Salah satu keunggulan Digital School menurutnya para siswa maupun guru tidak perlu repot-repot mencari materi pembelajaran. Karena semua mata pelajaran (Mapel) sesuai Kurikulum (K13) sudah ada di dalam satu server dan bisa langsung di akses dan guru secara saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). (*/FATHOL ALIF/SOE/DIK)