PAMEKASAN, koranmadura.com – Bencana kekeringan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Penyaluran air bersih yang dilakukan oleh Badan Panaggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke sejumlah daerah dinilai belum merata. Sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Seperti yang disampaikan warga Dusun Songai Rajah, Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Syaiful. Menurutnya, masyarakat terpaksa harus membeli air bersih karena bantuan air bersih gratis oleh Pemkab sangan sedikit dan tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Desa kami memang langganan terdampak kekeringan tiap tahunnya. Kami mendapat bantuan air bersih dari pemerintah namun bantuan air tersebut tidak merata dan hanya kebeberapa dusunnya saja,” kata Syaiful.
Lanjutnya, Dia berharap Pemkab memberikan jatah tambahan bantuan air bersih terhadap masyarakat bagain utara Pamekasan. Sehingga, kebutuhan air masyarakat terpenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan tambahan bantuan air bersih, hendaknya segera koordinasi dengan kepala desanya dan segera mengajukan surat permohonan tambahan terhadap BPBD Pamekasan.
“Sampai saat ini kami terus melakukan penyaluran bantuan air bersih ke titik-titik lokasi yang mengalami kekeringan berdasarkan SK Bupati Pamekasan, yang direncanakan hingga akhir September 2019,”kata Budi. (ALI SYAHRONI/SOE/DIK)