SAMPANG, koranmadura.com – Sebuah pom mini dan toko sembako milik Ibu Watik (40), warga dusun Sumber Kenanga, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah, Sabtu, 21 September 2019. Kebakaran itu dipicu oleh tabrakan mobil sedan yang mengalami pecah ban.
Kapolsek Ketapang, Iptu Budi Purnomo mengatakan, peristiwa kebakaran itu disebabkan kecelakaan kendaraan roda empat jenis sedan yang dikendarai Mohammad Hasan Jauhari (27), warga desa Proppo, Kabupaten Pamekasan. Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi pukul 15.30 wib.
Saat itu, mobil sedan tersebut melintas dari arah selatan ke utara. Tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mobil tersebut mnegalami pecah ban yang kemudian menyebabkan kendaraan hilang kendali.
“Akibatnya, mobil sedan itu menabrak kios bensin (pom mini) dan puluhan tabung elpiji di toko milik warga,” jelasnya.
Lanjut Iptu Budi Purnomo menceritakan, seketika itu pula terjadi percikan api dan dengan cepat menyebabkan kebakaran yang membesar hingga meludeskan semua barang di toko. “Warga yang melihat terjadi kebakaran mencoba memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. Namun api terus membesar, bahkan mobil tangki air warga yang melintas ikut membantu melakukan pemadaman,” katanya.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, Iptu Budi menegaskan tidak ada korban jiwa, baik pengendara mobil maupun pemilik toko.
“Kami melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan Damkar dan Satlantas Polres Sampang terkait dengan peristiwa itu. Bahkan dua unit mobil Damkar Satpol PP Sampang datang ke TKP dan melakukan pembasahan untuk memastikan api benar-benar padam,” terangnya.
Terpisah Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang, M Maftuh Fathorrahman membenarkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Ketapang Barat. Menurutnya, peristiwa kebakaran yang diakibatkan oleh mobil tabrakan mobil sedan berada di depan toko warga.
“Iya benar, pom mini ditabrak Mobil Sedan. Tapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun rumah milik H. Moh. Holil yang berada di dekatnya menjadi rusak berat dan toko milik Pak Fikri ludes,” katanya.
Dalam insiden ini, Maftuh mengaku mengerahkan dua unit damkar dan dua tangki air untuk merelokasi dan melakukan pemadaman dan pembasahan hingga pukul 17.00 wib. (MUHLIS/ROS/DIK)