BANGKALAN, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu, 25 September 2019. Mereka mempertanyakan kinerja Kejari dalam penanganan kasus korupsi yang dinilai ada kongkalikong.
Dalam aksinya, massa aksi secara bergantian melakukan orasi di depan kantor Kejari Bangkalan. Setelah itu, massa aksi masuk ke dalam kantor dan menyampaikan secara langsung tuntutan-tuntutan yang dibawa.
Moh. Arifin, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menyampaikan, menuding Kejari Bangkalan bermain mata dengan kasus korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat yang menyebabkan kerugian negara Rp 14 miliar.
“Secara diam-diam pihak Kejari Bangkalan mengusut dugaan korupsi sebanyak Rp 14 miliar oleh Dinkes, namun dalam pengusutannya sepertinya masih ada lobi-lobi,” ucapnya.
Tak hanya itu, Arifin menilai penanganan kasus korupsi pengadaan kambing etawa pun terkesan sangat lamban. Menurutnya, sampai saat ini pihak Kejari belum melimpahkan berkas kasus kepada Pengadilan Negeri (PN) setempat.
“Penanganan kasus kambing etawa ini pihak Kejari terlihat setengah-setangah, sampai saat ini tidak perkembangan,” katanya.
Oleh karena itu, Arifin meminta Kejari agar lebih serius menangani kasus-kasus korupsi yang terjadi di Bangkalan, agar Kabupaten yang dijuluki kota dzikir dan shalawat ini bersih dari korupsi.
“Jangan biarkan koruptor berkeliaran dan merasa tenang di Bangkalan. Jika merugikan uang negara harus ditindak,” ucapnya.
Sementara Kasi Pidsus Kejari Bangkalan, Mohammad Iqbal membantah tudingan yang di sampaikan oleh massa aksi. Menurutnya, penanganan kasus korupsi di Bangkalan ini tidak ada yang bermain mata.
“Tidak ada yang bermain mata di pihak kami, kami melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus ini dengan serirus,” katanya. (MAHMUD/ROS/DIK)