SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 22 bakal calon kepala desa (Bacakades) tidak menghadiri ujian kepemimpinan yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center di Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu, 2 Oktober 2019.
Ujian kepemimpinan ini merupakan salah satu kriteria dari empat kriteria dalam sistem skoring yang khusus diberlakukan di desa yang Bacakadesnya lebih dari lima orang sesuai amanat Peraturan Bupati (Perbup) nomor 54/2019 tentang Pilkades.
“Ujian kepemimpinan ini secamam seleksi tambahan bagi bakal calon kepala desa yang lebih dari lima orang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli.
Menurut mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep ini, secara keseluruhan sebetulnya ada 253 orang dari 35 desa yang mestinya mengikuti uji kepemimpinan kali ini. “Tapi dari laporan staf tadi, yang tidak hadir 22 orang,” ujarnya.
Ramli menyampaikan, hasil uji kepemimpinan hari ini akan diakumulasikan dengan nilai kriteria sebelumnya yang meliputi pengalaman di bidang pemerintahan, pendidikan dan usia.
“Sehingga nanti akan diperoleh urutan peringkat nilai. Nantinya, sesuai ketentuan, peserta yang menduduki peringkat satu hingga lima yang akan ditetapkan sebagai calon,” tambah Ramli, menjelaskan.
Nilainya uji kepemimpinan itu akan diserahkan langsung kepada panitia Pilkades di 35 desa oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pemkab Sumenep, dalam hal ini ialah Unmer, Malang. “Target kami, sesuai jadwal, nanti sore pukul empat,” ungkapnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)