PAMEKASAN, koranmadura.com – PDI- Perjuangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyoroti kinerja anggota DPRD Pamekasan yang dinilai lambat membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Pamekasan.
Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Pamekasan, Nadi Mulyadi mengatakan, pembentukan AKD sebagai langkah awal tugas DPR dalam bekerja seharusnya sudah terbentuk, karena sudah memasuki bulan ketiga pasca pelantikan anggota.
“Jangan berlarut-larut ditunda prosesnya. Ini mengganggu waktu dan agenda DPRD dalam mengawal pembangunan dan aspirasi masyarakat,” kata Nadi Mulyadi, Senin, 21 Oktober 2019.
Menurut Nadi, panggilan Nadi Mulyadi, sebaiknya anggota DPRD Pamekasan membangun komunikasi politik yang baik, untuk menyelesaikan persoalan yang mengakibatkan pembentukan AKD molor.
“Kami berharap polemik jangan terus berlanjut dan berkepanjangn sehingga mengeyampingkan tupoksinya. Baik dikarenakan tidak menerima kesepakatan bersama untuk posisi AKD atau sebab yang lain,” ungkapnya.
Lambatnya pembentukan AKD, Lanjut Nadi menjelaskan, berpengaruh pada kinerja DPR dalam pembuatan kebijakan bersama eksekutif.
“Kamj berharap persoalan yang ada di DPRD Pamekasan bisa segera teratasi dan bisa menjalankan fungsi tugasnya secara optimal,” terangnya.
Sekretaris DPRD Pamekasan, Masrukin mengakui AKD DPRD belum terbentuk, hal itu disebabkan usulan nama dari fraksi untuk AKD belum rampung.
“Belum, masih nunggu rampunya usulan dari fraksi,” ungkap Masrukin. (RIDWAN/SOE/DIK)