SUMENEP, koranmadura.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, awal musim hujan tahun 2019-2020 mundur antara satu sampai dua dasarian untuk wilayah Jawa Timur.
Satu dasarian sama dengan sepuluh hari. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, awal musim hujan diprakirakan akan terjadi pada bulan Desember mendatang.
“Untuk wilayah Sumenep, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada dasarian satu dan dua bulan Desember 2019,” ungkap Kepala BMKG Kalianget, Usman Holid, Senin, 7 Oktober 2019.
Dengan prakiraan awal musim hujan yang seperti itu, menurut dia masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan kemungkinan terjadi pada November mendatang. Atau bahkan bulan ini.
“Artinnya, di masa peralihan musim, yaitu bulan Oktober atau November kemungkinan sudah turun hujan. Tapi itu belum masuk musim hujan,” tambahnya.
Menghadapi awal musim penghujan, atau di masa pancaroba (peralihan musim), pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Sebab di masa transisi musim, menurut dia, biasanya terjadi puting beliung dan angin kencang. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)