SUMENEP, koranmadura.com – Bantuan air bersih dari Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tidak menjangkau wilayah kepulauan.
Kalaupun ada daerah terdampak kekeringan di kepulauan, yang terjangkau hanya Desa Kombang dan Palasa, Kecamatan/Pulau Talango. Sebab ada sarana yang memungkinkan mengangkut mobil tangki yang digunakan untuk menyuplai air bersih ke sana.
Sementara itu, daerah kepulauan yang terdampak kekeringan tidak hanya ada di Talango, melainkan juga ada di beberapa pulau lain. Seperti di Pulau Kangean, Gili Raja, dan Sapeken.
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengakui bahwa bantuan air bersih dari pihaknya tidak bisa menjangkau kepulauan tersebut. “Kami tidak bisa menyalurkan bantuan air bersih ke kepulauan. Yang bisa kami cover di Talango,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia mendorong kepada pemerintahan desa di kepulauan khususnya yang terdampak kekeringan agar mengalokasikan anggaran dari Dana Desa (DD) untuk mengatasi kekeringan.
“Apalagi dana desa untuk kepulauan itu besar-besar. Itu bisa dianggarkan untuk mngatasi kekeringan. Baik untuk membeli air bersih, membeli tandon atau melakukan pengeboran,” tambahnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan 2019-2020 di wilayah Kabupaten Sumenep diprakirakan akan terjadi antara dasarian I sampai I Desember 2019.
Sementara untuk masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan (pancaroba) diprakirakan akan terjadi akhir bulan ini hingga November 2019.
“Sedangkan puncak musim penghujan diprakirakan terjadi antara Januari-Februari 2020,” kata Kepala BMKG Kalianget, Usman Holid. FATHOL ALIF/ROS/VEM