SAMPANG, koranmadura.com – Pendistribusian bantuan air bersih gratis bagi desa yang mengalami bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diperpanjang hingga akhir Oktober 2019 mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi. Menurutnya, pendistribusian air bersih bagi warga desa yang mengalami bencana kekeringan diakuinya sempat diberhentikan pada Agustus 2019 lalu.
Namun setelah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, pihaknya mendapati informasi bahwa Kabupaten Sampang masih akan mengalami musim kemarau hingga akhir Oktober mendatang. Oleh sebab itulah, pendistribusian air bersih diperpanjang.
“Memang pendistribusian air bersih untuk bencana kekeringan berhenti pada Agustus 2019 lalu, tapi saat ini kembali diperpanjang hingga akhir Oktober 2019 mendatang, mengingat perkiraan musim kemarau di Sampang masih akan berlangsung sebulan ke depan,” paparnya, Sabtu, 5 Oktober 2019.
Sejauh ini, Anang mengaku setiap bulan telah menganggarkan dana khusus kekeringan sejak Juli 2019 lalu. “Sejauh ini anggaran yang kami keluarkan untuk bencana kekeringan yaitu rinciannya pada Juli itu Rp 51 juta, Agustus Rp 51 juta, September berkurang menjadi Rp 42 juta,” bebernya.
Untuk jatah dan teknis pendistribusian air bersih, Anang menjelaskan yaitu sebanyak tiga tanki per harinya untuk per desa. Sejauh ini, Desa yang mengalami kekeringan masih tetap atau tidak berubah yakni sebanyak 67 desa yang tersebar di 12 Kecamatan.
“Tapi tiga tanki air itu tidak sekaligus ke satu desa saja karena penampungan airnya kurang memadai dan supaya warga yang dapat air bersih itu sedikit merata,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)