SAMPANG, koranmadura.com – Mendekati perubahan musim kemarau ke penghujan (pancaroba), masyarakat diimbau untuk mewaspadai munculnya gejala alam di sejumlah titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi menyampaikan, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Badan Meteorologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, prediksi musim kemarau berakhir pada akhir Oktober 2019 mendatang.
Pada masa itu, diprediksikan muncul gejala alam seperti hujan disertai angin kencang, puting beliung serta longsor. “Pada masa transisi perubahan musim itu (pancaroba), diprediksikan turun hujan meski tidak lebat. Dan masa transisi itu pula umumnya muncul gejala alam seperti terjadinya puting beliung di Malang beberapa hari yang lalu. Sedangkan di Sampang, tidak menutup kemungkinan fenomena alam yang muncul itu sama seperti puting beliung, kebakaran, dan longsor,” ujarnya, Rabu, 23 Oktober 2019.
Menurut Anang, berdasarkan pemetaanya, ada sejumlah daerah yang menjadi titik kerawanan benacana yang umumnya muncul saat pancaroba, di antaranya di Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, dan Pengarengan. Namun tahun ini, pihaknya menyatakan daerah kerawanan bertambah ke wilayah utara.
“Sekarang bertambah ke kecamatan Ketapang, menjadi daerah rawan benacana. Karena di awal 2019 lalu, Kecamatan Ketapang terjadi banjir badang yang menyebabkan plengsengan jebol (longsor),” katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sampang agar selalu mewaspadai perubahan alam pada saat pancaroba.
“Tapi yang tidak kalah penting, kami mengimbau kepada masyarakat sampang, khususnya daerah banjir agar membersihkan selokannya sebelum musim hujan tiba, supaya aliran air tidak macet,” imbaunya. (MUHLIS/ROS/DIK)