SUMENEP, koranmadura.com – Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi suhu udara di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cukup menyengat. Bagaimana penjelasan BMKG mengenai hal ini?
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usman Holid menjelaskan, suhu udara di wilayah Kabupaten Sumenep beberapa hari terakhir sangat panas disebabkan posisi matahari saat ini berada di lintang selatan.
“Saat ini posisi matahari berada di lintang selatan. Sehingga penyinaran matahari lebih lama dari biasanya. Itu yang pertama,” kata dia, Rabu, 30 Oktober 2019.
Kemudian yang kedua, dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca di siang hari cenderung lebih cerah dan tidak ada awan. Dampaknya panas matahari langsung diterima oleh bumi.
“Sehingga panas matahari lebih terasa. Karena yang menghalangi sinar matahari itu kurang akibat cuaca yang cenderung cerah tadi,” tambah dia.
Catatan BMKG Kalianget, di bulan Oktober, suhu udara maksimum mencapai 35 derajat celsius. Dengan posisi matahari berada di lintang selatan, menurut dia, suhu udara tersebut bisa dikatakan masih normal.
“Meski begitu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk memperbanyak minum air, utanya di siang hari. Supaya tidak sampai dehidrasi,” katanya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)