SAMPANG, koranmadura.com – Komisi III Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan di dua lokasi.
Dua Lokasi yang disidak Komisi III ialah di Desa Bringkoneng, Kecamatan Kedungdung dan Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik. Dua kegiatan tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten setempat.
“Hari ini kami melakukan Sidak sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat soal rehabilitasi peningkatan jalan yang lokasinya di wilayah Kecamatan Kedungdung dan Jrengik,” kata A. Hamiduddin selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sampang.
Sidak yang dilakukan Komisi III, lanjut Hamidudin, juga berkenaan dengan laporan keluhan masyarakat karena akses jalan masyarakat ditutup tanpa diberikan akses jalan alternatif.
“Tidak banyak temuan pada dua pengerjaan fisik itu, hanya saja kami menindak lanjuti laporan masyarakat karena mengeluh akses jalan utamanya dilakukan penutupan jalan. Tapi kata rekanan, sudah disediakan jalur alternatif namun jarak tempunya jauh,” akunya.
Ditanya soal progres pengerjaan, Hamidudin mengaku dua kegiatan progresnya rata-rata masih separuh jalan. Untuk di wilayah Kecamatan Kedungdung masih berjalan 40 persen, dan di Jrengik 50 persen. Sementara untuk anggarannya, kegiatan di Kecamatan Kedungdung kurang lebih senilai Rp 5 miliar dan di Jrengik senilai kurang lebih Rp 2,9 miliar.
“Kami berharap konstruksi pengerjaannya sesuai agar bisa dinikmati masyarakat ke depannya. Tapi sayangnya pihak terkait tidak bisa menunjukan RAB kegiatan. Nanti kami akan pantau kembali dengan mengacu pada RABnya,” katanya.
Sementara Staf Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Kabupaten Sampang, A. Zahron Wiami mengatakan Sidak yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Sampang dijadikan bahan masukan terkait pelaksanaan proyek yang ada, bahkan akses jalan alternatif yang tidak ada sudah diberikan namun dengan jalur lebih jauh.
“Progres percepatan untuk ketepatan waktu, untuk Asem Nonggal mencapai 50 persen, kemungkinan dalam waktu satu minggu ke depan sudah selesai,” katanya.
Lebih jauh Zuhron mengatakan, untuk pengerjaan di Desa Asem Nonggal yaitu dengan konstruksi jalan rigit sepanjang 600 meter dengan lebar 3,8 meter serta ketebalan 20 senti meter dan hotmix sepanjang 1.500 meter. Sedangkan konstruksi pengerjaan jalan di Desa Bringkoning yaitu jakan rigit sepanjang 150 meter dan hot mix sepanjang dua kilo meter.
“Kami targetkan semuanya selesai pada akhir Oktober 2019 mendatang,” katanya. (MUHLIS/SOE/DIK))