SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas pasar tradisional. Salah satunya dengan program renovasi bangunan. Tahun 2019 setidaknya terdapat lima pasar tradisional yang dirombak.
Lima pasar itu diantaranya, pasar tradisional Ganding, Kecamatan Ganding; pasar tradisional Lenteng, Kecamatan Lenteng; pasar tradisional Marengan, Kecamatan Kalianget; pasar tradisional Raas, Kecamatan/Pulau Raas, dan pasar tradisional Desa Manding Laok, Kecamatan Manding.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, hingga akhir Oktober 2019, baru dua pasar tradisional yang selesai pekerjaannya, yakni pasar tradisional Manding Laok dan renovasi pasar tradisional Marengan. Sementara tiga lainnya masih dalam tahap pekerjaan.
“Ada tiga yang belum selesai, Ganding, Lenteng dan Raas,” kata Agus Dwi Saputra, Kepala Disperindag Sumenep, Sabtu, 26 Oktober 2019.
Untuk pasar tradisonal Ganding kata dia pekerjaannya saat ini masih berkisar 10 persen. Sedangkan untuk pasar lenteng berkisar 60 persen.
“Terus kami pantau pekerjaannya, kalau yang di Ganding memang SPK (surat perintah kerja) nya baru keluar Agustus kemarin,” tegasnya.
Kendati begitu lanjut Agus, dirinya optimis pembangunan selesai sebelum masa kontrak kerja berakhir. “Waktunya kan masih panjang, semuanya tahun ini selesai semua,” katanya penuh optimis.
Untuk diketahui nilai paket renovasi pasar Marengan Rp820.435.000,00, Pasar Manding Laok Rp 874.195.000,00 dan nilai paket pembangunan pasar Raas Rp2.719.164.000,00. Sedangkan renovasi pasar Ganding sekitar Rp 5 miliar dan pasar Lenteng sekitar Rp 10 miliar. Pekerjaan renovasi pasar Lenteng merupakan kelanjutan pekerjaan sisa tahun 2018. (JUNAIDI/SOE/VEM)