PAMEKASAN, koranmadura.com– Pelayanan Bank Jatim di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dinilai amburadul oleh sejumlah warga yang tergabung di Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (ALPART).
Baca: Pelayanan Bank Jatim di Pamekasan Amburadul, Warga Mengadu ke Dewan
Merespons hal itu, Kepala Pimpinan Bank Jatim Cabang Kabupaten Pamekasan, M. Arif Firdausi merasa tidak yakin terhadap penilian ALPART. Bahkan ia menyarankan agar menanyakan langsung kepada para nasabah.
“Silakan tanya langsung ke nasabah yang ada di sini, apakah betul, kalau saya tidak bisa menilai,” kata Arif Firdaus kepada awak media saat dikonfirmasi koranmadura.com usai didemo oleh sejumlah warga, Rabu, 9 Oktober 2019.
Menanggapi adanya dugaan oknum Bank Jatim melakukan pencucian uang seperti yang terjadi di Kecamatan Galis dan Larangan, Arif, sapaan akrabnya menegaskan tidak benar. Namun, jika soal adanya dugaan karyawati yang melakukan penggelapan, pihaknya sudah melaporkan ke kepolisian.
“Saya tidak berhak, cuma saya sudah laporkan ke kepolisian, kepastiannya kita menunggu. Jadi saya tidak bisa menentukan itu,” teranganya.
Siapa karyawati itu? Arif memilih tidak menyebut. “Jadi kami tidak berani menyebut dulu pak, kami menunggu dari kepolisian. Kalau nanti dari kepolisian sudah, nanti kami akan sebut,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliasi Pemuda Peduli Rakyat (ALPART) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendatangi Kantor DPRD Pamekasan.
Kedatangan mereka mengadu dan meminta kepada wakil rakyat agar memanggil pihak Bank Jatim terkait pelayanan yang dinilai ambruadul. Versi warga, banyak keluhan dari nasabah terkait dengan pelayanan di Bank Jatim, bahkan ada oknum pihak Bank Jatim yang diduga melakukan pencucian uang, seperti kejadian di Kecamatan Galis dan Larangan tersebut. (SUDUR/SOE)