SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sumenep melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ditempat pelaksanaan tes kepemimpinan bakal calon kepala desa (Bacakades) di Gedung Islamic Center, Batuan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu, 2 Oktober 2019.
Mereka melakukan sidak atas nama lintas fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra. Saat itu wakil rakyat di gedung parlemen itu mengecek setiap ruangan yang ditempati sebagai tes seleksi kepemimpinan.
Versi mereka panitia seleksi terkesan tidak siap. Sebab, banyak fasilitas yang dinilai kurang memadai, seperti belum adanya pengeras suara. Sehingga terdapat beberapa cakades yang tidak ikut seleksi karena terlambat dan juga tidak mendengar saat dipanggil oleh panitia.
“Mestinya juga panitia memberikan daftar nama lengkap dengan waktu pelaksaan tes setiap bacakades, ini tidak. Panitia terkesan kurang siap untuk kali ini,” kata H. Masdawi dari Fraksi Demokrat.
Baca: 22 Bacakades di Sumenep Tak Ikut Uji Kepemimpinan
Dengan serba keterbatasan itu kata dia, banyak bacakades yang protes karena tidak bisa ikut tes kepemimpinan. Sehingga calon tersebut tidak mendapatkan nilai.
“Nah, kalau seperti itu siapa yang akan bertanggungjawab. Ini tentu sangat merugikan peserta,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ahmad Suwaifi Qayyum, perwakilan dari Fraksi Gerindra. Dia berharap, pelaksanaan tes kepemimpinan dilakukan secara profesional.
“Karena dalam tes ini juga memakai sistem FGD (forum discussion group) meski bagus tapi butuh ketelitian yang cukup,” jelasnya.
Sementara Darul Hasyim Fath dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, sidak yang dilakukan sebagai bentuk keperdulian agar hak-hak para bacakades benar-benar diberikan. “Fraksi PDI Perjuangan tetap konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat maupun hak-hak politik, termasuk yang saat ini sedang berjuang di tingkat desa,” tegasnya.
Selain itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli meyakini pelaksanaan tes kepemimpinan berjalan sesuai rencana. “Tidak ada masalah,” jelasnya.
Jumlah bacakades yang ikut tes Kepemimpinan sebanyak 253 dari 35 desa di 22 kecamatan. Mereka mengikuti tes tulis dan tes wawancara di gedung Islamic Centre. Sementara pihak yang menyelenggarakan tes diserahkan kepada Universita Merdeka (Unmer) Malang. (JUNAIDI/ROS/DIK)