SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-750, Kamis, 31 Oktober 2019.
Upacara peringatan Hari Jadi Sumenep tahun ini berlangsung di depan Masjid Agung. Pantauan koranmadura.com, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Seluruh pejabat dan apatatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep tampak mengenakan pakaian adat. Dalam prosesnya upacara ini menggunakan bahasa Madura, kecuali pada saat pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 19945, dan Sumpah Pemuda.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menjelaskan penggunaan Bahasa Madura dalam upacara ini dalam rangka mengingatkan semua pihak bahwa masyarakat Madura, termasuk Sumenep, memiliki bahasa daerah yang perlu terus dipertahankan dari satu ke generasi berikutnya, yakni bahasa Madura.
Apalagi, sambung orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, di tengah-tengah arus globalisasi seperti sekarang, diakui atau tidak, Bahasa Madura mulai teralienasi dari masyarakat itu sendiri.
“Banyak anak-anak kita yang sudah tidak tahu apa itu ballu lekor (penyebutan untuk angka 28 dalam bahasa Madura). Bisa dibayangkan, ballu lekor saja tidak tahu,” tambah suami Nurfitriana ini.
Oleh karena itu, ke depan Pemkab Sumenep akan terus berupaya mempertahankan eksistensi bahasa Madura. Misalnya dengan mewajibkan anak-anak didik berbahasa Madura tiap hari tertentu di sekolah.
“Selain itu peran orangtua yang paling intens bersama anak-anaknya juga harus lebih maksimal dalam mengingatkan serta terus mengajarkan berbahasa Madura dengan baik kepada anak-anak mereka,” tegasnya. (FATHOL ALIF/DIK)