SUMENEP, koranmadura.com – Dari ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih ada ratusan pegawai yang berijazah sekolah dasar (SD).
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, jumlah keseluruhan ASN mencapai 9.061 orang, perinciannya 5.913 berjenis kelamin laki-laki dan 3.148 berjenis kelamin perempuan.
Dari jumlah tersebut sebanyak 3.454 orang berpendidikan S1, sebanyak 2.771 orang berpendidikan SMA, SMP 212 orang, SD 224 orang. Sedangkan 287 orang berpendidikan S2, D-I 55 orang, D-II 1.338 orang, D-III 1.020 orang, dan D-IV 10 orang.
“Sementara jumlah personel yang ditugaskan di BKPSDM ini sebanyak 67 orang,” kata Abd. Madjid, Kepala BKPSDM Sumenep, dalam sambutannya saat memberikan pandangan umum atas kunjungan Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Rabu, 9 Oktober 2019.
Secara geografis kata dia Sumenep berbeda dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur. Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah mencapai 2.093.45 KM’ dengan populasi 1.041.915 jiwa. Sementara jumlah pulau mencapai 126 pulau dab 48 pulau berpenghuni.
Sedangkan jumlah kecamatan mencapai 27 kecamatan yang terdiri dari 18 kecamatan berada di wilayah daratan, 9 kecamatan berada di wilayah kepulauan.
“Jarak antar kepulauan dan daratan cukup jauh, bahkan ada yang bisa ditempuh dalan kondisi normal 21 jam dengan memakai transporatasi laut,” urainya.
Luas wilayah itu kata dia, memerlukan terobosan baru untuk memberikan pembinaan kepada abdi negara, terutama bagi yang ada di wilayah kepulauan.
“Pengelolaan menejemen ASN, kami menggunakan pola pendekatan sisio dan geo kultural. Pola ini yang dianggap cocok mengingat kondisi geografis yang cukup luas di Sumenep ini,” tuturnya.
Sementara untuk melakukan penyegaran kinerja ASN dilakukan melalui rotasi jabatan. Termasuk di tingkat pimpinan tinggi pratama (JPT). Pengisian jabatan dilakukan mengacu pada standar kompetensi jabatan.
“Disini sudah ada Perbup yang mengatur soal rotasi ini,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, BKPSDM juga terus melakukan trobosan untuk meningkatkan kompetensi ASN, salah satunya dengan cara mengadakan pelatihan ASN secara mandiri, dan melakukan penyusunan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi.
“Kami juga melakukan penilaian atas kinerja ASN, jika bagus diberi penghargaan hingga tambahan penghasilan,” jelasnya. (JUNAIDI/SOE)