SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2020 memproyeksikan tunjangan pegawai naik hingga 5 persen dari tahun 2019.
Hal itu berdasarkan data yang dihimpun media ini, anggaran belanja pegawai tahun 2020 diusulkan sebesar Rp 1.032.889.277.25 atau naik 5,79 persen dibandingkan tahun 2019 yang dianggarkan sebesar Rp 976.349.030.952. Jadi, kenaikan belanja pegawai tahun 2020 sebesar Rp 56.540.246.73.
Membengkaknya belanja pegawai itu berimbas pada belanja tidak langsung yang juga mengalami kenaikan sebesar 10.30 persen di tahun 2020 mendatang.
Tahun 2020 belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp 1.719.502.397.357 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 160.616.957.326 dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 1.558.885.440.31.
Sedangkan belanja langsung tahun depan dianggarkan sebesar Rp 998.183.842.26. Anggaran tersebut mengalami penurunan 3,56 persen dibandingkan tahun 2019. Tahun lalu belanja langsung dianggarkan sebesar Rp 1.035.061.966.368.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi mengatakan, anggaran belanja pegawai itu disesuaikan dengan jumlah pegawai yang ada di Kabupaten Sumenep.
“Jadi, jumlah pegawai ini semakin banyak, kita setiap tahun terus kami data, berapa PNS yang pensiun termasuk yang baru. Belanja pegawai ini termasuk gaji-gaji pegawai,” jelasnya.
Besaran anggaran itu, lanjut Edy, termasuk anggaran gaji PNS yang baru dan akan mengikuti seleksi CPNS 2019.
Tahun ini, Sumenep mendapat kuota sebanyak 310 CPNS dari berbagai formasi. Kepastian itu diketahui setelah adanya surat dari Kementerian PAN-RB. Perinciannya, untuk tenaga teknis sebanyak 67 orang, tenaga pendidikan 103 orang, tenaga kesehatan 95 orang, tenaga teknis pertanian 40 orang.
“Ia, itu juga masuk belanja pegawai rencana kedepan di 2020,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)