SUMENEP, koranmadura.com – Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan pelatihan terhadap siswa dan siswi SMK TPHP Al Karimiyyah di Desa Beraji, Kecamatan Gapura, dalam pemanfaatan tanaman lokal yaitu kelor dan kasembukan.
Pelatihan itu digelar melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi (pengabdian) untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Peserta pelatihan adalah siswa-siswi SMK TPHP Al Karimiyyah mulai dari kelas X hingga XII.
“Melalui teknologi, tumbuhan atau hasil pertanian yang tidak begitu diperhatikan oleh masyarakat ternyata dapat diolah dan dijadikan suatu produk yang memiliki nilai tambah,” kata Ketua Tim Pelatihan, Nopta Meli Agustina.
Saiful Hodri, salah seorang anggota tim PKM juga mengatakan, tumbuhan yang ada di sekeliling kita hampir semuanya memiliki manfaat bagi kesehatan.
“Oleh karena itu, tim pengabdian Himalogista memanfaatkan kasembukan dan kelor menjadi produk crackers,” ungkapnya.
“Crackers merupakan produk sejenis biskuit yang memiliki rasa gurih, bertekstur renyah dengan bentuk yang tipis,” ujar Rizal Ariyanto, yang juga merupakan anggota dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di Smk TPHP Al Karimiyyah, menambahkan.
Sementara itu, pelaksanaan pelatihan ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMK TPHP Al Karimiyyah, Fendi Susanto S.Pdi. Menurutnya, pelatihan itu patut diapresiasi.
“Salah satu upaya untuk sama-sama membangun dunia pendidikan khususnya dalam bidang TPHP yang belum begitu populer di masyarakat Sumenep perlu adanya kerjasama dengan institusi lain atau pihak ekaternal SMK,” papasnya. (ROS/VEM)