SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam wirausaha muda Sumenep (WMS) turut menyemarakkan festival kuliner yang diselenggarakan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu, 12-13 Oktober 2019.
WMS sendiri adalah orang-orang yang telah atau sedang mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Enterpreneur Training and Development Center (ETDC), selaku pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pemkab Sumenep dalam menjalankan program mencetak 5000 wirausaha muda.
Direktur EDTC, Khoirul Asiah mengungkapkan, setidaknya ada lima stand yang diisi oleh puluhan WMS di kegiatan Festival Kuliner Sumenep yang pembukaannya telah berlangsung Sabtu, 12 Oktober 2019, malam.
“Stand pertama yang dijual Kaldu Kokot, Kaldu Kikil dan Lontong Cap Ghomeh,” tuturnya kepada koranmadura.com, Minggu, 13 Oktober 2019.
Kemudian di stand yang kedua WMS berjualan aneka sate. Mulai dari Sate Kambing, Sate Daging Sapi, Sate Ayam dam Sate Telur Puyuh.
Selanjutnya, di stand ketiga, menu yang disediakan meliputi Tahu Walek, Tahu Melothot, Ubi Crispy, aneka olahan dari mocaf atau tepung singkong berupa Bronies, Chess Cake, Donat Mini, dan Pizza Mini.
Di stand empat yang dijual semua berbahan dasar jamur. Mulai dari Sate Jamur, Pizza Jamur, Nughet Jamur hingga Crispy Jamur. “Di stand lima jualan aneka olahan dari lele. Seperti Dawet Lele, Lalapan Lele, Penthol Bakso Lele, dan Lele Crispy,” ungkapnya.
Semua makanan yang dipasarkan di lima stand dalam kegiatan Sumenep Heritage Culinary Festival 2019 itu merupakan buah tangan para pemuda yang ikut pelatihan PIWS. “Ini juga bagian dari cara kami melatih kemampuan mereka memasarkan produk kepada konsumen,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Sumenep Heritage Culinary Festival 2019 merupakan salah satu event Visit 2019. Selain melestarikan dan mempromosikan kuliner lokal Sumemep, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik.
Di setiap stand dilarang menggunakan plastik untuk membungkus makanan yang disajikan. Sehingga kemasannya diganti dengan kantong kertas atau daun pisang. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)