SUMENEP, koranmadura.com – Ratusan warga asal Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, menggelar demonstrasi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat, 8 November 2019, malam.
Demonstrasi malam hari ini menyusul pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di desa tersebut yang telah berlangsung pada Jumat, 7 November 2019. Warga minta DPMD mengusut tuntas kelebihan surat suara pada saat penghitungan.
“Kami datang ke sini menuntut (tim Pilkades di kabupaten) mengusut tuntas kejanggalan kelebihan surat suara,” kata perwakilan warga, Ikbal.
Menurut dia, pada saat penghitungan ada kelebihan sekitar 27 surat suara dan sudah tercoblos karena sudah ada dalam kotak suara. “Kami ingin itu diusut tuntas. Karena kelebihan sekitar 27 surat suara itu bukan sedikit,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli menjelaskan bahwa persoalan Pilkades Matanair berawal dari kesalahpahaman antara salah satu calan atau saksi calon dengan panitia.
Karena secara teknis, menurut dia, setiap kegiatan yang terjadi di lokasi tempat pemungutan suara (TPS) hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama antara panitia dengan para calon.
“Sudah ada ruang untuk membuat kesepakatan. Dan informasinya kesepakatan sudah dibuat. Tapi kalau kemudian ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan masing-masing saya kira wajar,” jelasnya.
Termasuk memgenai kelebihan surat suara yang dimaksud warga, menurut dia sebelum penghitungan sudah ada kegiatan pencocokan undangan dengan surat suara dalam keadaan tertutup.
Hasil dari kegiatan tersebut, lanjut mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep ini, pasti ada tiga kemungkinan. Pertama jumlah undangan dan surat suara sesuai. Kedua lebih undangan. Dan ketiga lebih surat suara.
“Terhadap kemungkinan lebih dan kurang ini, ada amanah silakan dihitung lagi. Kalau misalnya tetap ada selisih, silakan panitia buat kesepakatan. Apakah mau diabaikan, dirobek atau diapakan. Tentunya berdasarkan kesepakatan dengan para calon. Informasinya kesepakatan itu sudah dibuat,” ungkapnya. FATHOL ALIF/VEM