SUMENEP, koranmadura.com – Nur Faizin, salah seorang tokoh muda dari kalangan santri milenial tampaknya tak ingin hanya jadi “penonton” pada Pilkada Sumenep 2020 mendatang.
Sebagai bentuk keseriusannya untuk maju menjadi salah satu kontestan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun depan, ia telah mendaftar ke DPC PKB Sumenep sebagai bakal calon wakil bupati untuk memperebutkan rekomendasi DPP PKB, Jumat, 15 November 2019.
Pria yang akrab disapa Jen itu optimis DPP PKB akan menjatuhkan rekomendasi untuk dirinya. Karena itu, sebagai kader muda PKB, ia hanya mendaftar ke partai besutan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.
Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor itu pun menegaskan, dirinya tidak akan mendaftar ke lain partai. “Karena saya sadar diri, saya adalah kader PKB. Artinya saya tidak akan mendaftar ke partai lain,” tegasnya.
Sebenarnya, lanjut Jen, pasca ikut Pemilihan Legislatif beberapa bulan lalu dan belum beruntung terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dirinya sudah memantapkan diri untuk membangun karier di Jakarta.
“Tapi ternyata tim saya waktu Pileg lalu yang tergabung dalam Jemaah 27 menginginkan saya untuk ikut terlibat dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2020 mendatang,” ungkapnya.
Lalu, kenapa tidak mendaftar sebagai bakal calon bupati? “Karena saya sadar diri, saya masih muda. Sementara di sisi lain di PKB, khususnya di Sumenep, banyak figur yang layak diusung sebagai calon bupati,” jawab Jen. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)