SUMENEP, koranmadura.com – Rencana pembangunan pusat olahraga atau sport center di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, hingga sekarang masih buram. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berharap proyek tersebut tetap bisa dilanjutkan.
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disarbudpora) Sumenep, Carto menuturkan pelaksanaan pembangunan sport center merupakan janji pemerintah pusat. Dalam hal ini pihaknya hanya menindaklanjuti.
Pemkab Sumenep telah memenuhi apa yang dipersyaratkan. Di antaranya menyediakan tanah dan menguruknya. Tak hanya itu, menurut Carto, pihaknya juga telah membuat petunjuk teknis (juknis) pelaksanaannya.
Setelah beberapa hal tersebut dilaksanakan, pihaknya mendatangi kementerian terkait di Jakarta untuk menanyakan kepastian anggaran untuk pembangunan sport center tersebut.
Di sana pihaknya mendapat bocoran terkait jumlah anggarannya. Hanya saja harus selesai Desember tahun ini. Karena dinilai tak memungkinkan, Pemkab Sumenep menyampaikan ketidaksanggupannya, kecuali dianggarkan multi years.
Berselang waktu, lanjut Carto, pihaknya kembali diundang oleh kementerian dan disampaikan bahwa pembangunan sport center bisa dikerjakam multi years. Namun jumlah anggarannya kembali buram.
“Dari situ kami lapor kepada Bapak Bupati. Kami juga meminta tolong kepada beberapa pihak. Namun komunikasi terkait rencana itu tetap buntu. Hingga akhirnya ada kabar bahwa semua dana itu kembali ke kementerian PU,” tuturnya.
Mendengar hal itu, pihaknya kemudia menggelar rapat. Permohonan untuk pembangunan sport center akhirnya diajukan ke kementerian PU. Namun sampai sekarang tetap belum ada kepastian juga.
“Kalau di tahun 2019 sepertinya sudah sulit. Mudah-mudahan di awal 2020 ada kejelasan. Karena itu harus dilelang. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat tetap memperhatikan kami yang sudah ‘patuh’. Masak anak yang patuh akan ‘dianaktirikan’,” tambah mantan Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep itu. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)