SUMENEP, koranmadura.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak berjalan mulus, bahkan terjadi kericuhan di salah satu desa di Kecamatan Batuputih.
Seperti yang terjadi di Desa Juruan Laok. Dari video yang beredar di grup-grup WhatsApp, ratusan warga tampak mengamuk hingga berujung pengrusakan terhadap sarana prasarana pesta demokrasi lima tahunan itu.
Surat suara terlihat berserakan dan terop dirobohkan warga. Aksi ratusan warga tidak bisa dibendung meski sejumlah personel pengamanan telah disiagakan.
Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari pihak panitia. Sebab, saat dikonfirmasi koranmadura.com, Ketua Panitia, Etto belum merespons meski nada sambungnya terdengar aktif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli membenarkan peristiwa tersebut. “Pantauan kami (video itu) hasil rekaman, kalau yang sebenarnya saya harus bilang apa,” katanya saat dikonfirmasi.
Apakah pelaksanaan dihentikan?, Ramli mengaku belum ada upaya pemberhentian. Karena masih belum ada berita acara pemberhentian.
“Informasinya terhenti. Jadi, kalau diberhentikan nunggu berita acara,” ungkapnya.
Sehingga kata dia selama kondisi memungkinkan maka pelaksanaan Pilkades di Desa Juruan Laok bisa dilanjutkan. “Belum pasti (ditunda pelaksanaan), selama saya masih bilang terhenti bisa dilanjutkan,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE)