Oleh: MH. Said Abdullah*
Ketegangan pasca pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Sumenep, Madura harus segera diakhiri. Bagaimanapun suasana kedamaian tak boleh dikorbankan karena dapat menggangu aktifitas dan ikatan persaudaraan kehidupan keseharian seluruh masyarakat desa.
Sebenarnya secara keseluruhan pelaksana Pilkades berjalan baik. Hanya di beberapa desa terjadi riak-riak ketegangan dan sedikit gesekan yang mewarnai pelaksanaan Pilkades.
Dalam konteks budaya, bukan menjadi watak masyarakat Madura mudah terjebak perilaku ketegangan bernuansa politik. Soal politik bagi masyarakat Madura tidak terkait dengan ghirah (kecemburuan) harga diri sehingga dianggap biasa saja.
Jika dibandingkan atmosfer ketika Pilpres pelaksanaan Pilkades dapat dikategorikan relatif tenang dan jauh dari suasana panas berlebihan. Praktis kekhawatiran terjadinya kisruh dan keributan besar-besaran antar pendukung para calon kepala desa dapat dihindari.
Masyarakat Madura yang dipersepsikan berdarah panas ternyata dalam pelaksanaan Pilkades justru memperlihatkan kedewasaan. Masyarakat antusias mendukung namun tidak sampai menimbulkan fanatisme berlebihan.
Paling tidak ada tiga hal yang membuat Pilkades di Madura berjalan relatif aman dan lancar. Pertama, sudah pasti karena kedewasaan masyarakat Madura dalam berpartisipasi selama event Pilkades. Homogenitas agama agaknya memberi pengaruh positif sehingga mampu meredam munculnya persaingan berlebihan.
Tidak ada penggunaan politik identitas karena praktis yang bertarung dan pemilih memiliki agama sama. Ketegangan bernuansa agama relatif sepi sehingga emosi masyarakat tidak tereksploitasi kepentingan Pilkades.
Kedua intensifnya peran tokoh agama khususnya para Kiai dan tokoh masyarakat. Masyarakat Madura yang dikenal memiliki ikatan ketaatan kepada Kiai- agaknya mengikuti sungguh-sungguh petuah para Kiai agar mengedepankan akhlaqul karimah dalam pelaksanaan Pilkades. Demikian pula rasa hormat pada tokoh masyarakat.
Kiai terkemuka yang bersikap netral dan mengayomi seluruh masyarakat ikut berperan penting. Praktis tak ada pemihakan berlebihan atas dasar keterikatan dengan Kiai tertentu.
Faktor ketiga peran aparat keamanan yang dari sejak jauh hari telah melakukan persiapan pengamanan. Sosialisasi pentingnya Pilkades damai dan kesiapan optimal selama proses Pilkades dari jajaran aparat keamanan mampu mewujudkan suasana damai.
Karenanya diharapkan suasana di beberapa desa yang sempat agak panas segera kembali normal. Masyarakat diharapkan kembali bersatu, bekerja sama untuk membangun desa.
Masyarakat di Madura perlu mencontoh atmosfer politik pasca Pilpres. Betapapun persaingan tajam terjadi namun setelah Pilpres kembali bersatu. Bahkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang sebelumnya bersaing kini berada dalam satu perahu. Semua itu demi kepentingan seluruh rakyat negeri ini.
Jika yang bersaing di Pilpres dapat berjalan beriringan selayaknya yang di Pilkades lebih mampu mewujudkan ikatan persaudaraan. Apalagi berada dalam lingkungan pedesaan, yang berdekatan. Sikap dan perilaku kebersamaan makin terasa kebutuhannya untuk kepentingan kehidupan keseharian.
Di pedesaan hubungan kebersamaan sangat diperlukan dan bahkan menjadi identitas mutlak. Sebab setiap saat masyarakat saling bertemu, saling membantu dan saling berbagi. Kebersamaan dan kedamaian desa tak boleh terkoyak hanya karena perbedaan pilihan serta dukungan Pilkades. Tak ada yang lebih penting dari ikatan persaudaraan, kedamaian dan kehidupan saling berbagi di pedesaan.
Ayo kembali jalin kebersamaan dan persaudaraan untuk mewujudkan desa yang jauh lebih maju. [*]
*Ketua Banggar DPR RI