SUMENEP, koranmadura.com – Bencana angin puting beliung yang melanda Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 19 Desember 2019, kemarin menyisakan duka para korbannya.
Baca: Dua Kamis Berturut-turut Kecamatan Guluk-Guluk Diterjang Angin Puting Beliung
Salah satunya ialah Azizah. Warung yang baru sekitar dua bulan lalu ia bangun untuk berjualan kopi, makanan ringan dan sebagainya, rata dengan tanah akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB itu.
Pantauan di lokasi pasca kejadian, Azizah hanya bisa pasrah melihat warungnya yang sudah luluh-lantak. Dibantu warga, dia tampak memunguti barang-barang yang bisa diselamatkan dan berserakan di tanah.
Azizah menuturkan, saat kejadian warungnya sedang sepi. Hanya ada dua pembeli. Beruntung, saat angin puting beliung menerjang, semua orang di dalam warung, termasuk dirinya, sempat keluar. Sehingga tak sampai tertimpa reruntuhan.
“Sebetulnya anginnya tidak lama. Tapi sangat kuat dan membuat warung saya roboh dan beberapa bangunan di sekitar sini rusak. Termasuk beberapa tiang listrik itu,” tuturnya.
Azizah berharap ada bantuan dari pemerintah kepada dirinya dan korban bencana angin puting beliung yang lain. Dia mengaku ingin meneruskan usaha warung kopinya. “Mudah-mudahan ada lah bantuan dari pemerintah,” tutupnya.
Baca: Puting Beliung kembali Mengamuk di Sumenep, Belasan Bangunan Rusak
Sekadar diketahui, bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Ketawang Laok kemarin tak hanya menyebabkan kerusakan bangunan. Setidaknya juga ada empat tiang listrik roboh dan beberapa pohon tumbang. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)