SUMENEP, koranmadura.com- De Baghraf Hotel Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi dibuka, Rabu, 25 Desember 2019.
Pembukaan hotel bintang tiga pertama di kabupaten paling ujung timur pulau Madura ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sumenep, didampingi oleh Dandim 0827 Letkol Inf. Ato Sudiatna, Kapolres Sumenep AKPB Deddy Supriyadi, Sekda Sumenep Edy Rasiadi, dan Direktur Utama Hilmy Gauzan.
Direktur de Baghraf Hotel Sumenep, Hilmy Gauzan mengungkapkan bahwa de Baghraf Hotel merupakan salah satu hotel bintang tiga dengan 53 kamar. Menurutnya, hotel ini juga bisa disebut Hotel City lantaran letaknya di pusat kota.
“Hotel de Baghraf Hotel satu-satunya Hotel bintang tiga pertama di Sumenep. Hotel ini juga bisa menjadi pilihan bagi siapapun karena letaknya di pusat kota,” kata Hilmy, sapaan karib Hilmy Gauzan dalam sambutannya saat Grand Opening.
Menurut Hilmy, de Baghraf Hotel juga siap memanjakan para pengunjung. Karena hotel ini menyediakan beragam fasilitas. Selain makanan dan minuman, juga ada fasilitas kolam renang dan restoran. Fasilitas kamar juga ada beberapa kelas, yaitu Standard, Superior, Deluxe, dan Suite. Bahkan, juga ada satu kamar khusus VVIP.
“Jadi, kita berharap hotel ini juga ikut memberikan sumbangsih untuk Kabupaten Sumenep. Apalagi Sumenep punya puluhan event kepariwisataan. Semoga bisa terjalin sinergi yang baik,” harapnya.
Hilmy menambahkan bahwa de Baghraf Hotel juga tak semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga mendahulukan kepuasan pengunjung.
“Yang kami tekankan di de Baghraf Hotel ialah kepuasan pengunjung. Jadi, tidak semata mata komersial. Semoga hotel ini terus berkembang dengan waktu yang lama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi positif menyambut adanya de Baghraf Hotel. Menurut suami Nia Kurnia ini, hotel bintang tiga di Sumenep memang ditunggu oleh Pemkab.
“Ini memang ditunggu oleh pemerintah daerah. Kenapa? Karena kita butuh untuk acara-acara yang besar,” katanya.
Menurut Wabup, de Baghraf Hotel ini menjadi hotel bintang tiga pertama di Sumenep. “Biasanya, kalau yang pertama itu selalu menjadi sejarah. Sama dengan istri pertama, pasti sejarah,” ujar Wabup sembari disambut gelak tawa oleh para undangan.
Mewakili Bupati, Bang Uji, sapaan akrabnya mengucapkan terimakasih karena telah ikut menyerap pengangguran di Kota Keris.
“Meskipun angka pengangguran di Sumenep stabil, tapi adanya de Baghraf Hotel telah ikut membantu mengurangi pengangguran. Termasuk, investasi ini ikut memengaruhi pertumbuhan perekonomian di Sumenep,” ucapnya.
Yang paling penting, lanjut Bang Uji, de Baghraf Hotel juga ikut mendukung program Visit Sumenep. Sebab kita kerap melaksanakan event-event kepariwisataan.
“Tujuannya agar menarik wisatawan bisa datang ke Sumenep. Sehingga, keberadaan hotel sangat diperlukan. Banyak orang-orang penting ketika bertamu yang ditanya lebih dulu hotel bintang tiga,” akunya.
Wabup yang dekat dengan anak muda ini menyatakan ke depan kapal pesiar juga akan diarahkan untuk menginap di de Baghraf Hotel.
“Sehingga branding diperlukan. Agar take and give antara hotel dan Pemkab terjadi sinergi yang bagus,” tegasnya.
Sekadar diketahui, de Baghraf Hotel dibangun oleh PT Persada Investama Karya Utama, secara manajemen dikomandani oleh Amitya Hotel. Hotel ini berada di pusat kota, di Jalan Panglima Sudirman, Pajagalan atau berdampingan dengan Rumah Dinas Bupati Sumenep.
Hotel ini menyediakan 53 kamar dengan pilihan kelas, yaitu Standard, Superior, Deluxe, Suite dan satu kamar khusus VVIP. Fasilitas lain yang disediakan ialah fitness centre, cafe shop, restoran, kolam renang, hingga meeting room. Bagi masyarakat atau wisatawan yang hendak menginap di de Baghraf Hotel sudah bisa langsung lewat Traveloka. (SOE/VEM)