BANGKALAN, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB), Madura, Jawa Timur melakukan audiensi ke Inspektorat setempat, Selasa, 17 Desember 2019.
Kedatangan mereka ingin mengadukan Dinas Sosial (Dinsos) setempat yang dinilai kinerjanya buruk. Sehingga sejumlah program untuk masyarakat tak terealisasi.
Ketua Umum FKPB, Taufik Nurhidayat menyampaikan, pada tahun 2019 ada program bantuan kambing yang diperuntukkan untuk keluarga miskin, anak terlantar dan kaum disabilitas. Namun menjelang tutup akhir tahun, program tersebut tak terealisasi.
“Ini bagian dari kegagalan pihak Dinsos. Tidak terealisasinya program bantuan kambing, lantas ngapain saja Dinsos selama ini,” kata Taufik, sapaan akrabnya
Menurutnya, bantuan tersebut sebenarnya sangat bemanfaat kepada masyarakat Bangkalan, agar bisa meminimalisir angka kemiskinan. Namun, sayangnya pihak Dinsos sepertinya tidak memikirkan hal tersebut.
“Sebenarnya program tersebut sangat bembantu dalam mengurangi angka kemiskinan di Bangkalan,” tuturnya.
Oleh karenanya, Taufiq meminta kepada pihak Inspektorat agar memberi tindakan tegas kepada pihak Dinsos supaya tidak lalai lagi dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.
“Kami harap tahun depan menjadi evaluasi. Kami meminta pada pihak Inspektorat harus berikan sanksi kepada pihak Dinsos,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Inspektorat Bangkalan, Wasisno berjanji akan menindaklanjuti kepada pihak Dinsos perihal tuntutan yang diharapkan oleh peserta audinesi.
Selain itu pihaknya juga akan mendalami penyebab tidak terserapnya program tersebut, sehingga pihaknya akan mengetahui alasan Dinsos tak merealisasi program itu.
“Tugas kami hanya menindak lanjuti permasalahan tersebut. Kami tangani sesegera mungkin, sejauh mana temuan di lapangan nanti,” katanya.
Sekadar diketahui, FKPB sempat melakukan audiensi ke kantor Dinsos setempat pada tanggal 04 Desember 2019. Saat itu, pihak Dinsos mengakui sejumlah tak terserap. (MAHMUD/SOE)