SUMENEP, koranmadura.com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terbilang rendah. Hingga pertengahan Desember masih 50 persen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan, salah satu faktor rendahnya serapan anggaran dikarenakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa melaksanakan kegiatan.
Dia mencontohkan pembangunan Gedung DPRD yang baru di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Cipta Karya, pembangunan rumah sakit di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean di Dinas Kesehatan serta pembangunan dermaga Pulau Giliyang untuk Dinas Perhubungan.
“Ada beberapa pekerjaan fisik di tiga OPD ini yang tidak bisa dikerjakan tahun ini,” katanya pada sejumlah media.
Edy sapaan akrabnya menjelaskan, pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan tahun ini karena diperkirakan tidak akan maksimal. Sebab, waktu yang tersisa dipandang terlalu dekat.
“Proyek itu baru ditetapkan pada bulan Agustus dan adanya perubahan pelaksana proyek dalam hal ini OPD pengguna anggaran,” jelasnya.
Dari itu, pihaknya menargetkan serapan anggaran hingga akhir tahun 2019 ini bisa mencapai 70-80 persen dari total anggaran tahun ini. Karena, masih banyak pelaksanaan proyek yang masih berlangsung.
“Kami optimis hingga akhir tahun bisa mencapai 70 sampai dengan 80 persen,” imbuhnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)