MOJOKERTO, koranmadura.com – Hujan es melanda 5 desa di wilayah Kabupaten Mojokerto. Meski sempat membuat warga panik, tapi sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat fenomena alam yang langka ini.
Hujan es salah satunya melanda Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Salah seorang warga setempat, Muhammad Mamat (31) mengatakan, sebelum hujan es terjadi, kampungnya diguyur hujan deras disertai angin kencang dan petir sejak pukul 17.40 WIB.
“Sekitar 15 menit kemudian terdengar suara dari atap seperti kejatuhan batu kerikil. Saya cek ke teras ternyata sedang hujan es,” kata Mamat saat dihubungi.
Fenomena hujan es ini, lanjut Mamat, terjadi cukup lama. Menurut dia, butiran es yang berjatuhan rata-rata sebesar kelereng. Beruntung butiran es yang berjatuhan dari langit tidak sampai merusak rumahnya.
“Hujan es berlangsung sekitar 20 menit. Saat hujan es terjadi, udaranya lebih dingin jika dibandingkan saat hujan biasanya,” terangnya.
Fenomena langka hujan es ini, kata dia, membuat warga di sekitar rumahnya takut keluar rumah. Terlebih lagi hujan es disertai petir bertubi-tubi.
“Banyak orang yang lewat meski sudah pakai jas hujan terpaksa berteduh karena takut terluka kena hujan es,” ujar Mamat.
Sementara di Desa Kintelan, Kecamatan Puri, hujan es terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Salah seorang warga setempat Adi Sanjaya menuturkan, butiran es yang jatuh dari langit rata-rata seukuran kelereng. Menurut dia, tidak ada kerusakan di rumahnya akibat hujan es ini.
“Hujan es berlangsung sekitar 20-30 menit,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun detikcom, hujan es petang tadi juga melanda 3 desa lainnya di Kabupaten Mojokerto. Yaitu Desa Sidoharjo di Kecamatan Gedeg, Desa Penompo di Kecamatan Jetis, serta Desa Tambakagung di Kecamatan Puri.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini membenarkan adanya fenomena hujan es yang mengguyur sejumlah desa di wilayahnya. Hanya saja, saat ini pihaknya masih mendata desa-desa yang terdampak hujan es.
“Iya benar terjadi hujan es. Petugas kami masih melakukan pendataan di lapangan,” tandasnya. (DETIK.com/ROS/DIK)