SAMPANG, koranmadura.com – Menjaga keamanan dan cipta kondisi di hari Raya Natal 2019, personel gabungan, mulai dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya di Sampang, Madura, Jawa Timur, diterjunkan ke sejumlah lokasi keramaian masyarakat dan rumah peribadatan.
Bahkan aparat kepolisian meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk tidak melakukan sweeping atau razia saat perayaan natal, terlebih di rumah peribadatan.
Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, perayaan natal merupakan ritual syariat ibadah bagi umat kristiani. Dengan begitu, siapapun yang melakukan sweeping terhadap orang yang beribadah berarti tidak menghormati umat beragama.
“Ibadah umat beragama diganggu itu musuh negara. Indonesia merupakan negara hukum yang menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Apapun kegiatan ibadahnya kita harus memberikan jaminan keamanan kepada mereka,” terang AKBP Didit Bambang Wibowo S, Rabu, 25 Desember 2019.
Namun begitu, AKBP Didit Bambang Wibowo S menyampaikan, jumlah personel yang diterjunkan khusus di rumah pribadatan disesuaikan berdasarkan keramaiannya.
“Untuk rumah ibadah kami siagakan sebanyak 10 anggota. Tapi jumlah tersebut sifatnya proporsional mengikuti keramaian masyarakat yang menjalankan ibadahnya,” jelasnya.
Selain rumah pribadatan, lokasi keramaian masyarakat juga menjadi fokus pengamanan seperti lokasi wisata, pasar maupun lokasi keramaian lainnya dengan dilakukan patroli keamanan.
“Kami juga mendirikan empat pos pengamanan diantaranya di Monumen Trunojoyo, Jrengik, Camplong dan Sokobanah,” rincinya. (MUHLIS/ROS/DIK)