KORANMADURA.com – Polisi terus melakukan penyelidikan kasus yang dialami seorang nenek berusia 65 tahun di Jember. Wanita itu sebelumnya ditemukan terkapar di kamarnya dengan kondisi luka sayat di leher.
“Masih kami dalami berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi,” kata Kapolsek Umbulsari Iptu Murdiyanto, Rabu (4/12/2019).
Menurut Murdiyanto, sejauh ini sudah dua orang yang dimintai keterangan. Namun dia enggan menyebut siapa dua orang itu.
“Yang jelas dua orang sudah kami mintai keterangan,” kata Murdiyanto.
Sementara berdasarkan olah TKP, diketahui pelaku masuk rumah korban melalui pintu belakang. Pelaku dengan mudah masuk karena kondisi pintu yang memang mudah dibuka.
“Kondisi rumahnya kan memang seperti itu. Didorong saja sudah terbuka. Korban ini kan memang orang tidak mampu. Dia juga tinggal sendirian di rumah,” terang Murdiyanto.
Dugaan sementara, pelaku berjumlah satu orang. Polisi juga tidak mendapati adanya barang korban yang hilang.
“Jadi memang tujuannya adalah melakukan penganiayaan. Latar belakangnya apa, masih dalam lidik,” kata Murdiyanto.
Petugas juga belum berhasil menemukan pisau yang digunakan pelaku menyayat leher korban. Diduga pisau tersebut dibawa pelaku saat kabur.
“Pisau belum kita temukan, mungkin dibawa oleh pelakunya saat meninggalkan korban,” katanya.
Mengenai dugaan tindakan pemerkosaan, dia belum bisa memastikan. Sebab pihaknya belum menerima hasil visum dari rumah sakit.
“Baru tadi divisum, hasilnya masih belum kita terima,” katanya.
Mengenai kondisi korban yang kini dirawat di RSD dr. Soebandi Jember, Murdiyanto mengatakan sudah mulai membaik. Namun masih berada di ruang IGD.
“Masih di IGD, tapi sudah membaik. Ada petugas yang memantau. Dari Polres Jember,” tegasnya. (detik.com/VEM)