MALANG, koranmadura.com – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon Nusantara Komisariat Country Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengupas seks dan gender pada kegiatan Pra Sekolah Islam Gender (SIG) II, Kamis malam, 19 Desember 2019. Pra-SIG itu berlangsung di Hall VVIP Nusantara di Jalan Landungsari Indah F-5, Dau, Malang.
Pada kesempatan itu, Ketua Kopri Rayon Nusantara, Uswatun Hasanah mengungkapkan bahwa, kiprah perempuan saat ini mulai menunjukkan eksistensinya, hal itu bila dilihat dari banyaknya perempuan yang dilibatkan secara aktif bekerja di semua lini. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, politik hingga agama.
Namun sayangnya, hampir dari mereka semua tidak duduk pada posisi sebagai pengambil keputusan. “Kesetaraan gender tidak bisa diwujudkan hanya dengan membuka kesempatan bagi perempuan. Masalah yang menghambatnya pelik dan mendasar, ini menyangkut cara pandang dan pola pikir,” ujarnya.
Disambung oleh narasumber dalam kesempatan itu, Futri Yuliana, mengungkapkan, dalam masyarakat patriarki, gender secara tradisional digambarkan sebagai sesuatu yang berganda dan terpolarisasi. Hal itu terlihat dari tingkah laku dan kepatutan yang ditandai sebagai khas laki-laki dan khas perempuan.
Menurutnya, gender dalam perspektif umum saat ini masih ada pemisahan dan pembeda. Oleh sebab itu, maka cara pandang masyarakat dalam melihat gender harus dirubah.
“Gender mengacu pada konstruksi sosial atas peran, perilaku, aktivitas serta atribut yang ditentukan oleh masyarakat yang dianggap tepat untuk jenis kelamin tertentu,” paparnya.
Kesetaraan gender adalah produk dari konstruksi sosial di masyarakat, jadi hal tersebut tidak bisa diselesaikan hanya sebatas memberi kesempatan.
“Konstruksi sosial masyarakat diperkuat oleh imaji yang muncul di media, berita dan materi pendidikan. Laki-laki harus melakukan hal-hal yang maskulin, serta perempuan harus melakukan hal-hal yang feminim, persis di iklan-iklan. Dengan demikian secara serentak kita dikonstruksi dan dipertahankan atas perintah gender,” jelasnya.
Diketahui, SIG akan dilaksanakan Jumat besok, 20 sampai 21 Desember 2019 di Tlekung, Batu. Kali ini, SIG ke-2 mengambil tema “Bersama Kopri, damailah negeri”. (*/FARUQ/ROS/VEM)