SUMENEP, koranmadura.com – Menjelang puncak musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bekerjsama dengan sejumlah pihak, di antaranya TNI-Polri, membangun posko di tiga kecamatan.
Masing-masing kecamatan yang sudah didirikan posko sebagai upaya antisipasi terjadinya bencana itu ialah Kecamatan Batuan, Lenteng dan Saronggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi menyampaikan, posko-posko tersebut beranggotakan dari unsur BPBD sendiri, TNI- Polri, dan relawan.
“Pendirian posko-poski ini merupakan bagian dari kesiap-siagaan kami untuk menghadapi setiap potensi bencana yang ada. Baik itu banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung,” katanya, Selasa, 7 Januari 2020.
Mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini menjelaskan, pendirian posko di tiga kecamatan itu karena berdasarkan pengalaman memang sering terjadi bencana. Khususnya bencana banjir.
“Seperti di Batuan, yang sering terjadi banjir ialah di Patean dan Babbalan. Kemudian di Lenteng biasanya di Meddelan dan Sendir. Sedangkan di Saronggi biasanya di Kali Moangan,” tambahnya.
Namun demikian, pihaknya berharap ke depan di Sumenep tidak sampai terjadi bencana meski berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan diprediksi cukup tinggi.
Sekadar diketahui, berdasarkan rilis BMKG Juanda Surabaya, sebagaimana disampaikan Kepala BMKG Kalianget, Usman Holid, cuaca ekstrem berpotensi terjadi selama periode 06 – 12 Januari 2020.
“Waspadai (potensi) adanya curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang,” katanya, Senin, 6 Januari 2019.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin
kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Teruma selama periode tersebut. FATHOL ALIF/ROS/VEM