SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd. Rahman Riadi menyebut semua kecamatan berpotensi ditimpa bencana. Secara spesifik dia menyebut potensi angin puting beliung.
Sebelum memasuki musim penghujan atau pada 2019 lalu, BPBD Sumenep sudah melaksanakan kegiatan upaya-upaya untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin ditimbulkan atau mitigasi bencana.
Misalnya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara mengurangi resiko bencana. Termasuk melaksanakan simulasi bagaimana cara menyelamatkan diri misalnya terjadi gempa dan puting beliung.
“Termasuk simulasi bagaimana jika terjadi kebakaran, baik diakibatkan kompor gas atau lainnya. Seperti bagaimana cara memadamkan api, baik menggunakan apar (alat pemadam ringan) atau tidak,” tambah dia.
Dalam prosesnya, lanjut mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini, mitigasi bencana itu melibatkan pihak-pihak terkait di tingkat kecamatan, desa dan relawan.
Hanya saja, dari 27 kecamatan di kabupaten paling timur Pulau Madura ini, mitigasi bencana sejauh ini baru dilaksanakan di sembilan kecamatan. “Pelaksanaannya sebelum musim penghujan kali ini,” ungkap dia.
Selebihnya Rahman berharap, pada musim penghujan kali ini masyarakat lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi terjadinya bencan. Apalagi berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), belakangan intensitas hujan cukup meningkat.
“Karena berdasarkan kajian dan penelitian, 35 persen masyarakat bisa selamat dari bencana apabila memiliki potensi dan kapasitas dalam menyelamatkan diri sendiri. Tetangga 29 persen. Masyarakat dan aparat 5 persen,” paparnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)