TEHERAN, koranmadura.com – Iran memiliki puluhan Situs Warisan Dunia UNESCO, 24 tepatnya. Harta benda hasil budaya itu telah terancam oleh kebijakan Presiden AS, Donald Trump.
Seperti diberitakan CNN, Presiden Donald Trump makin serius dengan ancamannya. Ia menargetkan sejumlah situs budaya Iran.
Iran berikrar akan membalas dendam setelah Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Trump mengulangi peringatan ancaman soal harta bersejarah Iran pada Ahad lalu.
PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap situs-situs budaya merupakan kejahatan perang. Kepala UNESCO, Audrey Azoulay, mengatakan adanya beberapa perjanjian hukum yang diratifikasi oleh AS dan Iran yang melarang serangan terhadap lokasi budaya.
Berikut ini 24 Situs Warisan Dunia UNESCO di Iran:
1. Ansambel monastik Armenia Iran
Situs ini terdiri dari tiga biara Kristen Armenia, yakni St. Thaddeus, St. Stepanos, dan Kapel Dzordzor. Lokasinya ada di barat laut negara itu.
Yang tertua di antaranya, St. Thaddeus, berasal dari abad ke-7. Biara adalah saksi tradisi keagamaan Armenia selama berabad-abad, menurut UNESCO.
2. Bam
Bam terletak di tepi selatan dataran tinggi Iran. Kota abad pertengahan di padang pasir ini berada di puncak kejayaannnya antara abad ke-7 dan ke-11.
Bam dikenal dengan pakaian sutra dan katunnya. Bam merupakan contoh permukiman luar biasa dengan benteng kuno, kata UNESCO.
3. Bisotun
Sebuah prasasti multibahasa diukir di tebing batu kapur di Iran bagian barat. Ditulis dalam bahasa Babilonia, Persia Tua, dan Elamit, relief batu ini mencatat kebiasaan Raja Darius memerintah di tahun 529-522 SM, membunuh perampas Gaumata, mengalahkan para pemberontak, dan mengambil alih takhta, menurut Encyclopedia Britannica.
4. Maymand
Lembah semi-kering di pegunungan tengah Iran ini dihuni oleh agro-pastoralis semi nomaden. Penduduk desa ini memelihara ternak mereka di padang rumput gunung dan berpindah-pindah ke permukiman sementara, ke gua, tergantung musim, menurut UNESCO.
5. Istana Golestan
Sebuah tujuan wisata yang populer, istana mewah ini terletak di jantung Kota Teheran, Iran. Bersejarah, fasilitas yang paling menarik berasal dari abad ke-19 saat dijadikan kediaman keluarga kerajaan Qajar.
6. Gonbad-e Qabus
Makam bata setinggi 53 meter ini dibangun pada tahun 1006 M untuk Qabus Ibn Voshmgir, penguasa kota kuno Ziyarid. “Menara di timur laut Iran ini menggambarkan perkembangan matematika dan sains di dunia Muslim pada pergantian milenium pertama,” kata UNESCO.
7. Kota Lama Yazd
Terletak di dalam Kota Yazd saat ini, pemukiman bersejarah di tengah dataran tinggi Iran, kata UNESCO, adalah saksi tentang penggunaan sumber daya terbatas yang ada di gurun untuk bertahan hidup.
Terletak dekat dengan Jalan Rempah dan Sutera, bangunan di sini terbuat dari tanah. Air dialirkan oleh qanat, atau sistem terowongan bawah tanah.
8. Masjed-e Jame di Isfahan
Berdiri di lebih dari 20.000 meter persegi, ini adalah salah satu masjid terbesar di Iran. Konstruksinya dimulai pada 841 AD.
“Situs ini menunjukkan evolusi arsitektur masjid selama berabad-abad dan merupakan prototipe untuk desain masjid selanjutnya di seluruh Asia Tengah,” kata UNESCO.
9. Meidan Emam, Esfahan
Ini salah satu alun-alun kota terbesar di dunia dan dibatasi oleh bangunan bersejarah. Plaza ini dibangun pada abad ke-17 dan biasa jadi tempat nongkrong wisatawan.
10. Pasargadae
Situs arkeologi seluas 160 hektar ini memiliki istana, taman, dan makam Cyrus Agung, penguasa yang mendirikan Kekaisaran Achaemenid, yang bertahan selama lebih dari dua abad setelah kematiannya.
UNESCO menggambarkan Pasargadae, yang didirikan pada abad ke-6 SM sebagai bukti luar biasa peradaban Achaemenid di Persia.
11. Persepolis
Inilah reruntuhan kota kerajaan kuno Persepolis yang memiliki beberapa situs budaya Iran yang paling terkenal. “Didirikan pada 518 SM, itu adalah ibu kota Kekaisaran Achaemenid dan merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di dunia,” menurut UNESCO.
12. Arkeologi Sassanid Fars
Situs ini terdiri dari delapan situs arkeologi, di tiga wilayah terpisah di provinsi tenggara Fars. Kata UNESCO, Lokasinya termasuk istana dan sisa-sisa kota Kekaisaran Sassanid dari tahun 224 hingga 651 AD.
13. Shahr-i Sokhta
Penggalian penyelesaian temuan Zaman Perunggu di dataran tinggi Iran pada tahun 1967 ini mengungkapkan teknik pelapisan batu yang canggih. Ada pengerjaan logam dan jaringan perdagangan yang maju, menurut Encyclopedia Britannica.
14. Kuil Sheikh Safi al-din Khānegāh dan Ardabil
Kuil spiritual sufi ini dibangun antara abad ke-16 dan ke-18. “Di dalamnya ada perpustakaan, masjid, sekolah, mausolea, waduk, rumah sakit, dapur, toko roti, dan beberapa kantor,” kata UNESCO.
15. Sistem hidrolik Shushtar
Menurut UNESCO, inilah karya agung yang jenius juga kreatif dari abad ke-5. Karena, hingga kini masih menyediakan air ke Kota Shushtar.
“Sistem ini terdiri atas jembatan, bendungan, kanal, dan terowongan. Komponen yang paling mengesankan adalah serangkaian kincir air purba yang ditenagai oleh air terjun buatan manusia,” kata Lonely Planet.
16. Soltaniyeh
Mausoleum Oljaytu abad ke-14 terletak di Kota Soltaniyeh, barat laut Iran. Ada di atas dataran berdebu, ini seperti kapal luar angkasa kuno, menurut Lonely Planet.
17. Susa
Adalah permukiman kota kuno di Iran barat daya yang berkembang di tahun ke-5 SM. Sampai setelah abad ke-14 M, kota ini merupakan pusat dari sebuah distrik yang penghasil sutra, tebu, dan jeruk, kata Encyclopedia Britannica.
18. Kompleks Pasar Tabriz
Ini salah satu bazar tertua dan terbesar di Timur Tengah. Labirin lorong-lorong tertutup yang berusia berabad-abad ini menjual segalanya, mulai dari perhiasan hingga karpet dan sepatu.
“Ini salah satu contoh paling lengkap dari sistem komersial dan budaya tradisional Iran,” menurut UNESCO.
19. Takht-e Soleyman
Situs arkeologi di barat laut wilayah gunung berapi Iran ini memiliki makna simbolis dan spiritual yang kuat terkait dengan api dan air, menurut UNESCO. Takht-e Soleyman sebagai bukti tentang kelanjutan sekte yang berhubungan dengan api dan air selama sekitar 2.500 tahun.
20. Kota Tua Tchogha Zanbil
Reruntuhan kota suci Kerajaan Elam dikelilingi oleh tiga tembok konsentris yang besar. Kota ini dibangun dari tahun 1250 SM, menurut UNESCO.
21. Taman Persia
Taman ini terdiri dari sembilan kebun, di berbagai wilayah Iran, yang berasal dari periode yang terpisah sejak abad ke-6 SM. “Air memainkan peran penting untuk irigasi dan ornamen. Taman Persia disusun untuk melambangkan Eden dan empat unsur Zoroaster yakni langit, bumi, air, dan tanaman,” kata UNESCO.
22. Qanat Persia
Sistem irigasi yang vital ini terdiri dari 11 qanat. Yakni metode kuno menggali akuifer alluvial di lembah bagian atas dan mengalirkan air di sepanjang terowongan bawah tanah dengan gravitasi. “Panjangnya lebih dari beberapa kilometer,” menurut UNESCO.
23. Hutan Hyranian
Hutan Hyrcanian adalah prumah bagi banyak spesies tanaman yang terancam punah, kata UNESCO. Selain 22 situs budaya UNESCO di atas, Iran juga menawarkan dua situs alami yang terdaftar sebagai warisan dunia , yakni hutan Hyrcanian dan gurun Lut.
Hutan ini membentang 850 kilometer di sepanjang pantai selatan Laut Kaspia dan berumur 25 hingga 50 juta tahun, menurut UNESCO. Hutan ini adalah rumah bagi 180 spesies burung dan 50 spesies mamalia.
24. Gurun Lut
Dalam bahasa Persia, Lut mengacu pada tanah kosong tanpa air dan tanpa vegetasi, menurut UNESCO. Gurun berpasir ini terletak di barat daya Iran.
Lanskapnya bergelombang. Hal itu di karenakan angin kencang yang menyapu wilayah Gurun Lut antara Juni dan Oktober setiap tahun. (DETIK.com/ROS/VEM)