MOJOKERTO, koranmadura.com – Kolam Segaran di Trowulan, Kabupaten Mojokerto disebut sebagai salah satu bukti kejayaan Kerajaan Majapahit pada zamannya. Dulu, kolam purbakala ini menjadi salah satu waduk untuk mengairi lahan pertanian.
Kolam Segaran terletak di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan. Jaraknya hanya sekitar 200 meter di sisi selatan jalan nasional Surabaya-Madiun.
Kolam peninggalan Majapahit ini lumayan luas. Yaitu mencapai 6,5 hektare. Panjang Kolam Segaran 375 meter, sedangkan lebarnya 175 meter. Tembok keliling kolam tersusun dari bata merah. Ketebalan temboknya 1,6 meter dan tingginya 2,88 meter.
“Kolam Segaran ini dulunya tertutup tanah. Pertama kali ditemukan oleh Ir Maclaian Pont dari Belanda pada tahun 1926,” kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom, Sabtu (25/1/2020).
Ia menjelaskan, Kolam Segaran pertama kali dipugar pada 1966. Pemugaran lebih masif dilanjutkan tahun 1974-1984. Sehingga situs purbakala ini berwujud seperti saat ini.
“Menurut cerita rakyat dan berita Cina, fungsi Kolam Segaran pada zaman Majapahit untuk rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri,” terang Wicaksono.
Berdasarkan cerita rakyat, Kolam Segaran menjadi tempat para penguasa Majapahit memamerkan kejayaannya ke kerajaan lain. Konon alat makan dari emas dibuang di kolam ini setelah digunakan menjamu tamu.
Rupanya cerita tersebut hanya isapan jempol. Sebab tak ada satu pun peralatan makan dari emas yang ditemukan di dasar kolam.
Pintu masuk Kolam Segaran berada di sisi barat, atau di tepi jalan penghubung Trowulan dengan Makam Troloyo. Terdapat tangga dari bata merah menuju ke dalam kolam.
Wicaksono meyakini Kolam Segaran merupakan waduk yang dibuat pada masa Majapahit. Air dari waduk buatan yang kini disebut Kolam Segaran itu digunakan untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya.
Hal itu didukung dengan temuan saluran air masuk di sisi tenggara Kolam Segaran. Sedangkan kanal untuk mengeluarkan air berada di sisi barat laut kolam.
“Kolam Segaran berfungsi sebagai waduk buatan untuk mengendalikan sumber dan jalur air. Selain Segaran, di wilayah kota raja Majapahit di Trowulan juga terdapat waduk-waduk alam lainnya. Seperti Waduk Kraton dan Kumitir,” pungkasnya. (DETIK.com/ROS/DIK)