SAMPANG, koranmadurs.com – Pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang dianggarkan melalui Alokasi Dana Kelurahan (ADK) tahun 2019, mulai diragukan. Pasalnya, pekerjaan pembangunan yang dianggarkan Rp 15 juta per unit dan dimulai Agustus 2019 itu mulai reot dan terlihat buruk.
Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Kampung Halelah, Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, kondisi poskamling yang dibangun di kampungnya tampak reot setelah beberapa bulan selesai dibangun.
Oleh warga, Poskamling itu saat ini ditambah penyangga di bagian bawah konstruksi. Bahkan warga menduga kayu yang dipakai untuk pembangunan poskamling menggunakan kayu yang kualitasnya kurang bagus sehingga kontruksi bangunan menjadi rapuh.
“Secara kualitas, kayu yang dipakai masih lebih bagus poskamling yang lama. Namanya juga poskamling bantuan. Pengadaan Poskamling ini dilakukan sekitar bulan Agustus atau September 2019 lalu, namun saat selesai dan warga mencoba menempatinya, ternyata kayunya rapuh dan warga berinisiatif untuk menambah dengan kayu penyanggah dari bawah,” tutur warga yang enggan disebut namanya, Sabtu, 11 Januari 2020.
Pemuda ini menyampaikan, dengan anggaran dana Rp 15 juta, dengan kondisi poskamling yang sudah reot dirasa tidak sepadan. Menurut dia, seharusnya dengan anggaran belasan juta tersebut mampu membuat poskamling dengan kondisi yang lebih bagus bahkan bisa menggunakan rangka besi.
“Poskamling yang dikerjakan kontraktor hanya ukuran 2.5 X 2.5 meter. Padahal saat itu warga mengusulkan kurang lebar dan bahkan anggaran tersebut diminta untuk dibangun swadaya oleh warga, namun usualan itu tidak dihiraukan. Jika dilihat dari kualitas kayunya, anggaran segitu bisa memakai bahan besi bukan kayu seperti ini,” warga setempat yang sehari-hari kerja di bengkel las dekat lokasi sambil memprediksikan.
Sementara Lurah Polagan, Abd. Rozak saat dikonfirmasi menyampaikan, program kegiatan pembangunan poskamling di daerahnya dilakukan pada penganggaran ADK tahap I tahun anggaran 2019 lalu. Menurut dia, di wilayahnya terdapat enam titik pembangunan poskamling dengan total anggaran senilai Rp 90 juta yang dikerjakan secara kontraktual oleh rekanan. Sedangkan tiap poskamling dijatah senilai Rp 15 juta.
“Kelurahan Polagan mengadakan 6 unit Poskambling termasuk yang di Kampung Halelah. Semuanya itu yang mengerjakan pihak kontraktor bukan Kelurahan. Yang enam titik pembangunan poskamling ini satu CV dan semua pengerjaannya sudah selesai semua,” jelasnya.
Sekedar diketahui, terdapat enam kelurahan di wilayah Kecamatan Sampang kota. Di setiap kelurahan disuntik dana kurang lebih senilai Rp 1.170.000.000 pada tahun anggaram 2019 lalu melalui program Alokasi Dana Kelurahan (ADK).
ADK tahun anggaran 2019 lalu pada tahap I dikucurkan senilai Rp 370 juta dari APBN dan pada tahap II dikucurkan dana Rp 800 juta melalui APBD perubahan. Anggaran tersebut digunakan dalam bentuk kegiatan pembangunan poskamling, kegiatan fisik seperti saluran air beton (U-Ditch), rabat beton, ready mix dan lain sebagainya. (MUHLIS/ROS/DIK)