SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menerima kuota pupuk bersubsidi tahun 2020. Sehingga jatah pupuk untuk petani belum diketahui.
Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto mengatakan, hingga saat ini jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep belum diketahui. “Penetapan usulan pupuk bersubsidi tahun anggaran 2020 segera turun minggu ini,” katanya.
Kendati begitu, Arif memastikan, petani tidak akan kekurangan, mengingat stok pupuk bersubsidi ditingkat distributor masih banyak. “Stok yang tersedia tercukupi untuk kebutuhan petani. Stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada awal musim hingga puncak tanam dipastikan aman. Tidak akan ada kelangkaan pupuk,” jelasnya.
Sesuai kebijakan Kementerian Pertanian akhir tahun anggaran 2019 diminta untuk optimalisasi penyerapan pupuk. Sehingga stok tahun lalu terserap 100 persen mulai urea 22.895 ton, Sp-36 3.845 ton, ZA 5.224 ton, kemudian phonska 5.559 ton, dan organik 2.435 ton.
Apalagi, sambung pria yang karib disapa Arif, ketersediaan pupuk di tingkat distrubutor dan kios itu cukup banyak. Bahkan sudah ada komitmen di tingkat kios minimal tersedia dengan jarak kebutuhan petani dalam satu minggu, sedangkan distrubotor berjarak dua minggu.
“Berdasarkan hasil pantauan kami baru sekitar 20 persen dari total 25.686 hektar yang sudah pindah tanam, selebihnya baru memasuki masa persemaian,” tukas Arif. (JUNAIDI/ROS/VEM)