SAMPANG, koranmadura.com – Salah seorang mahasiswi asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur, Laili Nadhiftul Fikriyah (26) sedang terjebak penyebaran wabah Virus Corona yang melanda Wuhan, China. Mahasiswi magister jurusan Hubungan Internasional itu kini sedang butuh bantuan pemerintah setempat agar difasilitasi pulang.
Kepada awak media, orang tua Laili, Sri Astutik (43) mengaku bahwa dirinya memberanikan diri menemui Bupati Sampang guna memohon bantuan Pemkab agar menfasilitasi pemulangan putrinya yang terjebak penyebaran Virus Corona. Ia merasa khawatir jika sang anak tetap berada di China.
“Saya ke sini (Pendopo), untuk menemui bupati Sampang agar membantu memulangkan Laili dari Cina. Saya sudah mengahadap pak Bupati Sampang untuk memohon bantuan untuk memulangkan anak saya. Dan alhamdulillah pak Pupati menyanggupinya dengan menggunakan uang pribadi demi pemulangan anak saya,” ucap Sri astutik di Pendapa Trunojoyo Sampang, Selasa, 28 Januari 2020.
Sri Astuti menceritakan, usai lulus kuliah di Universitas Negeri Jember, putri pertamanya itu memang punya tekad kuat untuk melenjutkan ke jenjang S2. Sehingga ia pun memih kampus Shandong University.
“Di kampus Jember, Laili menempuh pendidikan S1 Jurusan Sastra Inggris. Sebelumnya, dia melewati pendidikan tingkat dasar di SDN Rapa Laok 2, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Pamekasan dan lanjut ke SMA Darul Ulum Jombang. Lulus dari SMA Darul Ulum, anak saya melanjutkan ke UNEJ terus S2 ke China sejak Agusus 2019 lalu, tapi masuk kuliahnya pada September,” akunya.
Selain mengadu soal anaknya yang ada di China, Sri Astutik juga menemui Bupati lantaran persediaan perlengkapan serba kekurangan, mulai makanan hingga masker sebagai pelindung penyebaran Virus Corona.
“Kalau sekarang ini, kondisi anak saya sementara masih baik-baik saja. Tapi teman-teman kampusnya sudah banyak yang pulang, ada juga yang di karantina maupun di isolasi, dan sementara anak saya sudah tiga hari tidak keluar dari asrama kampus karena stok maskernya menipis. Sebenarnya stok makanannya juga menipis,” akunya menceritakan kondisi anaknya di China.
Sementara Bupati Sampang, H Slamet Junaidi mengaku akan membantu sepenuhnya terhadap pemulangan salah satu warganya yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di China dan terjebak di tengah merebaknya wabah Virus Corona.
“Jika tidak terbentur dengan kebijakan negara China atau jika bisa pulang mandiri ke Indonesia, maka Pemkab, khusus saya pribadi siap membantu pemulangannya termasuk menyiapkan tiket penerbangannya. Tapi jika terbentur dengan kebijakan negara China, maka kami akan mengikuti aturan sana,” akunya.
Meski begitu, Slamet Junaidi berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam upaya pemulangan mahasiswi jalur beasiswa ke China asal Sampang tersebut. Selain itu pihaknya memastikan sterilisasi jika nantinya mahasiswa tersebut bisa keluar dari negara Cina.
“Setelah sampai ke Sampang, kami juga akan melakukan cek medis untuk memastikan kesterilannya dari virus corona. Nah, jika sudah steril, kami langsung menyerahkan kepada keluarganya. Dan apabila terindikasi terjangkit, kami akan serahkan kepada pihak rumah sakit,” terangnya. (Muhlis/SOE/DIK)