BANGKALAN, koranmadura.com – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Madura, Jawa Timur memanggil Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) dan Satpol PP setempat, Selasa, 07 Januari 2020.
Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari kekecewaan Komisi A saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke kantor Kecamatan Burneh pada hari jumat, 03 Januari 2020 lalu.
Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Mujiburrahman mengungkapkan bahwa komisinya menemukan tidak ada pegawai yang beraktivitas di kantor Kecamatan Burneh saat hari aktif.
“Benar-benar kosong, tukang sapu pun tidak ada waktu kami Sidak,” kata Abah Mujib, sapaan akrabnya.
Pihaknya meminta kepada ketiga instansi tersebut untuk memberikan sanksi kepada pegawai yang melakukan pelanggaran, khusunya pegawai Kecamatan Burneh.
“Makanya kami minta agar diberi sanksi kepada pegawai yang bolos dan melanggar aturan,” pintanya.
Agar kejadian bolos berjemaah tak lagi terulang, pihaknya meminta sistem absensi diperketat kembali. Tak hanya itu, Abah Mujib juga mendesak agar semua OPD melakukan apel pagi dan sore.
“Fungsi finger print tidak ada gunanya lagi, kita gunakan face print dan CC TV saja, kalau bisa melakukan apel pagi dan sore,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Inspektur Inspektorat Bangkalan, Joko Supriyono berjanji akan menyampaikan laporan dari pihak Komisi A kepada pimpinan eksekutif.
“Kita nanti menunggu petunjuk dari pak Bupati, karena laporan ini kami sampaikan kepada pimpinan dulu,” kata Joko, sapaan akrabnya.
Menurut Joko, setelah mencuatnya isu bolos berjemaah di kantor Kecamatan Burneh, pihaknya bersama BKPSDA dan Satpol PP telah melakukan Sidak, pada tanggal 06 Januari 2020.
Namun saat sampai di lokasi, Joko mengaku menemukan pegawai Kecamatan Burneh sedang melakukan apel pagi. Bahkan saat melihat absen kehadiran, sekitar 90 persen tingkat kehadirannya.
“Kami langsung aksi di hari efektif dan ternyata pada pukul 07.10 apel berjalan seperti biasa. Kehadiran mencapai 90 persen dan sisanya ada yang tugas malam dan ke desa-desa,” katanya. (MAHMUD/SOE/DIK)