SAMPANG, koranmdura.com – Jumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menurun.
Koorkab PKH Kabupaten Sampang, Nanang Muldianto mengatakan, penurunan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH disebabkan beberapa faktor, diantaranya migrasi KPM, graduasi dan lain sebagainya.
Menurutnya, migrasi KPM terjadi ketika KPM memilih pindah ke luar daerah Sampang sehingga kepesertaannya dinonaktifkan.
“Selain itu karena graduasi, di mana KPM memilih berhenti sebagai kepesertaan PKH karena dinilai sudah mampu. Tahun 2020 saja sudah ada tiga KPM ajukan graduasi, dua KPM graduasi mampu dan satu KPM lainnya graduasi mandiri sejahtera. Sehingga pastilah jumlah penerima PKH secara keseluruhan terjadi penurunan,” ujarnya, Senin, 13 Januari 2020.
Ditanya apakah 2020 ada penambahan KPM, Nanang mengaku sejauh ini belum mendapat informasi penambahan KPM. Sebab yang menentukan penambahan KPM langsung dari Kemensos RI.
“Untuk 2020, kami belum tahu apakah ada penambahanan atau tidak, biasanya informasi seperti itu diketahui pada bulan Maret-Agustus, yang disertai dengan penambahan kuota SDM pendamping,” tuturnya.
Namun demikian pihaknya mengaku, pada Agustus-September 2019 lalu telah mendapat data tambahan sebanyak 4.770 KPM. Namun data yang diberikan dari pusat terjadi pengurangan setelah dilakukan verifikasi ke bawah.
“Tapi setelah diverifikasi, dari data 4.770 KPM itu, ada sekitar data 2 ribuan KPM yang memenuhi syarat. Yang lainnya itu, ada data ganda, tidak ada orangnya, bahkan alamatnya tidak ditemukan. Sehingga total keseluruhan penerima PKH di Sampang mencapai 73.595 KPM dari sebelumnya mencapai 71.343 KPM,” terangnya.
Sekadar diketahui, selama 2019, penerima PKH yang mengajukan graduasi mencapai 40 KPM yang tersebar di delapan kecamatan.
Sedangkan rinciannya, 40 KPM yang digraduasi yaitu graduasi mampu 25 KPM, graduasi mandiri 1 KPM dan graduasi sejahtera mandiri 14 KPM. (Muhlis/SOE/DIK)