SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unija Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menggelar aksi terkait penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT), Kamis, 23 Januari 2020.
Jika sebelumnya, 16 Januari 2020, lalu para mahasiswa ini menggelar aksi di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, kali ini mereka unjuk rasa di depan Kantor Cabang Bank Mandiri setempat.
Tuntutan mahasiswa tak jauh dari aksi sebelumnya. Masih seputar amburadulnya penyaluran bantuan sosial pengganti bantuan beras sejahtera (Rastra) tersebut yang dibuktikan dengan banyaknya temauan di lapangan.
Mahasiswa menduga, Bank Mandiri sebagai penyalur turut andil memperkeruh persoalan penyaluran BPNT di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
“Seperti di Kecamatan Lenteng, ada salah satu e-Warong yang dicabut atau diblokir haknya sebagai agen karena mendatangkan bahan sendiri atau bukan dari suplayer Bank Mandiri,” ungkap Koordinator Aksi, Dimas.
Tak sampai di situ, menurut dia, Bank Mandiri juga sampai hari ini belum menyalurkan ribuan KKS pada keluarga penerima manfaat (KPM). “Bank Mandiri terkesan tidak serius dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya,” tambah dia.
Menanggapi aksi mahasiswa tersebut, Kepala Cabang Bank Mandiri Sumenep, Sony Minarsa, menegaskan dalam menjalankan tugas sebagai penyalur program BPNT pihaknya sudah sesuai ketentuan yang berlaku.
Soal adanya salah satu e-Warong di Kecamatan Lenteng yang sempat diblokir rekningnya, sebagaimana disinggung mahasiswa, dia tak membantah bahwa memang sempat ada kejadian semacam itu. Namun persoalan tersebut sekarang sudah tuntas, dan rekningnya sudah tidak diblokir lagi.
“Intinya dalam menjalankan tugas kami tidak ada tendensi apa-apa atau keberpihakan kepada siapa pun,” ujarnya kepada sejumlah awak media. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)